Beranda Ekonomi Syariah Akad Tolong Menolong (Tabbaru) dalam Transaksi

Akad Tolong Menolong (Tabbaru) dalam Transaksi

Akad Tolong Menolong Tabbaru dalam Transaksi Islam

Akad Tolong Menolong (Tabbaru) dalam Transaksi Islam

Akad Tabbaru (Tolong Menolong) merupakan akad yang digunakan dalam proses  saling membantu. Akad Tabbaru ini dijelaskan dalam ilmu ekonomi islam pada Bab Ilmu Fiqih Muamalah. Fiqih Muamalah sebagai cabang dari Ilmu Ekonomi Islam membahas mengenai berbagai macam aspek dalam proses kehidupan diantaranya adalah mengenai Hak Kewajiban dan Akad. Pihak yang saling berkaitan pada saat proses akad tabbaru tidak mensyaratkan adanya fee (keuntungan) didalamnya.

Hal ini berkaiatan bahwasanya dalam akad ini pihak pihak yang saling bertransaksi mengedepankan tujuan sosial didalamnya. Sehingga dua belah pihak baik yang membantu dan pihak yang diberi bantuan akan mengedepankan jiwa sosialnya.

Ilmu Fiqih Muamalah adalah ilmu yang syara yang bersifat amaliah yang berdasarkan pada dalil-dalil naqli Al–Qur’an yang mengatur tentang hubungan antar manusia. Ilmu fiqh muamalah membahas mengenai Aqad, Hak, Harta dan  Kepemilikan. Salah satu pembahasan dalam ilmu fiqih muamalah. Salah satu pembahasannya yaitu adalah fiqih muamalah madiyah yang membahas  mengenai akad.

10 Akad

Dalam ilmu fiqih muamalah akan mempelajari salah satu cabang ilmu yaitu adalah Bab mengenai Akad Tabbaru.  Akad  tabbaru merupakan akad yang tujuannya untuk tolong menolong. Dalam akad tabbaru  ini terdapat 10 akad yang terdapat didalammnya yaitu Akad Qardh, Akad Ariyah, Akad Rahn, Akad Hiwalah, Akad Wakalah, Akad Wadiah, dan akad Jualah.

Dalam pembahasan ilmu fiqih muamalah juga diantaranya juga akan membahas mengenai Akad Tijarah. Akad tijarah merupakan akad yang ditujukan untuk keuntungan. Akad Tijarah ini memiliki berbagai macam dan jenis didalamnya.

Akad-Akad yang terkandung dalam akad tijarah yaitu diantaranya adalah Akad Mudharabah, Akad Musyarakah, Akad Jual Beli seperti (Akad Murabahah, Akad Salam, Akad Istishna), Akad Sewa (Ijarah), Akad Jualah dan Juga akad dalam pertukaran valuta asing yaitu Akad Sharf.

Akad Tijarah dan Akad Tabbaru dalam pelaksanaannya harus sesuai dengan prinsip syariah dan berdasarkan pada Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Berbagai fatwa DSN MUI mengatur mengenai proses, skema, dan landasan Al Qur’an.

Sebagai salah satu contoh penerapan Fatwa DSN MUI dalam dalam Akad Tabbaru dijelaskan terdapat akad Rahn. Akad Rahn merupakan gadai yang memiliki rukun dan syarat dalam pelaksanaan akad rahn. Akad Rahn ini diatur oleh Fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN-MUI) No. 25/DSN-MUI /III/2002 Mengenai Akad Rahn.

Macam macam akad Tabbaru  dalam Ilmu Fiqih Muamalah adalah sebagai berikut :

  1. Akad Qardh (Pinjaman Harta)

Yaitu, akad meminjamkan harta berupa (uang) tanpa mengharapkan adanyaa imbalan (hanya sebatas meminjamkan tanpa adanya tambahan pada saat pengembalian dana yang dipinjamkan)

Rukun Akad Qardh :

  • Muqridh : Orang yang meminjamkan uang
  • Muqtaridah : Orang yang pinjam uang
  • Maqud Alaih : Uang
  • Shighat :  Perjanjian (Ijab dan Qabul)
  1. Akad Ariyah (Pinjaman Barang)

Yaitu, akad meminjamkan barang tanpa mengharpakan imbalan atas baarang yang sudah dipinjamkan.

Rukun akad Ariyah :

  • Muir : Orang yang meminjamkan barang
  • Mustair : Orang yang pinjam barangnya
  • Muar : Barang yang dipinjamkan
  • Shighat : Perjanjian (ijab dann Qabul)
  1. Akad Rahn (Gadai)

Yaitu, akad menggadaikan barang untuk mendapatkan pinjaman. Rukun akad Rahn :

  • Rahin : Orang yang meggadaikan barang
  • Murtahin : Orang yang menerima atas barang gadai
  • Marhun : Barang yang digadaikan
  • Marhun Bih : Pinjaman
  • Shighat : Perjanjian (Ijab dan Qabul)
  1. Akad Hiwalah

Yaitu, akad memindahkan penagihan utang kepada orang yang tidak memiliki piutang kepada orang tersebut. Rukun Pada Akad Hiwalah :

  • Muhiil : Orang yang memindahkan penagihan utang
  • Muhaal : Orang yang memilki utang tersebut.
  • Muhaal Alaa’ih : Orang yang menerima pemindahan penagihan utang
  • Muhaal Bih : Utang yang dipindahkan.
  • Shighaat : Perjanjian (Kesepakatan Ijab dan Qabul)
  1. Akad wakalah

Yaitu, akad mewakili  suatu urusan kepada pihak lain. Rukun Dalam proses akad wakalah :

  • Muwakalah : Orang yang mewakili
  • Muwakil : Orang yang diwakili
  • Muwakaal Fiih : Perkara yang diwakili
  • Shighat : Perjanjian atau Kesepakatan (Ijab dan Qabul)
  1. Akad Wadiah (Titipan)

Yaitu akad titipan. Dalam akad wadiah terbagi menjadi atas dua yaitu wadiah yad amanah dan wadiah yad dhamanah.

  • Wadiah yad amanah yaitu adalah dana yang dititipkan oleh pemiliki dana (Nasabah) dimana dana tersebut tidak dapat digunakan oleh pihak yang dititipkan dana (Bank)
  • Wadiah yad dhamanah yaitu adalah dana yang dititipkan oleh pemilik dana (Nasabah) dimana dana tersebut t dapat digunakan oleh pihak yang dititipkan dana (Bank).

Rukun akad Wadiah (Titipan) :

  • Muwaddi : Orang yang menitipkan
  • Mustwada : Orang yang dititipi
  • Wadiah : Barang yang dititipkan
  • Shighat : Perjanjian (Ijab dan Qabul)
  1. Akad Zakat

Yaitu, akad mengeluarkan sebagian harta yang ditujukan untuk mensucikan diri. Rukun akad zakat :

  • Muzaaki : orang yang membayar zakat
  • Mustahik : orang yang menerima  zakat
  • Amil : orang yang menerima pembayaran zakat dan menyalurkannya.
  1. Akad Hibah

Yaitu, akad menyerahkan suatu benda kepada orang lain dengan tujuan memindahkan peralihan hak kepemilikan kepada orang lain.

Rukun akad hibah :

Wahib : Pemberi barang barang

Mauhub Lah : Penerima  barang

Mauhub Bih : Barang yang dibeerikan

Shighat : Perjanjian (Kesepakatan Ijab dan Qabul )

  1. Akad Jualah

Yaitu, akad memberikan hadiah (upah) atas suatu pekerjaan yang telah dilakukan oleh seseorang atas kerja/tugas  yang telah dilakukannya. Rukun Dalam Akad Jualah   :

Jail : Orang yang mengadakan sayembara (pemberi tugas)                                              Majul Lah : Orang yang melaksanakan tugas

Majul : Tugas atau pekerjaan

Natiijah : Imbalah/upah/hadiah

Shighat : Perjanjian (ijab dan Qabul)

  1. Akad Waqaf

Yaitu , akad menahan harta untuk dimanfaatkan bagi kepentingan masyarakat. Rukun akad :

Waqif : Orang yang mewaqafkan harta.

Nadzhir : Pengelola wafaq

Mauquf Alaih : Orang yang menimakati wafaq

Mauquf bih : Harta yang diwafaqkan

Sighat :Perjanjian (ijab dan Qabul)

Akad Tabbaru

Akad Tabbaru merupakan akad yang ditujukan untuk sosial mulai dari sistem dana talangan tanpa adanya tambahan, peminjamaan barang, peralihan hutang piutang, zakat, waqah dan hibah. Sistem syariah yang mengatur segala bentuk jenis muamalah yang dilakukan oleh manusia. Dan Muamalah mengatur semua  bentuk transaksi yang ditujukan untuk mencapai kesejahteraan antar umat manusia. Dalam proses pengelolaan dana tabbaru ini dikelola pada Lembaga-Lembaga Keuangan Syariah.

Lembaga keuangan syariah mengelola dana tersebut dalam berbagai produk yang terdapat pada lembaga keuangan syariah. Penerapan Akad Tabbaru ini contohnya telah diterapkan dalam proses gadai pada Lembaga Pegadaian Syariah. Pegadaian Syariah menggunakan salah satu akad Tabbaru yaitu adalah Akad Rahn. Akad Rahn sendiri digunakan dalam proses gadai barang.

Nasabah yang memerlukan dana pinjaman akan mengajukan proses gadai pada pegadaian syariah. Proses gadai tersebut memiliki syarat dan ketentuan didalam proses tranksaksi nya dimana nasabah akan melampirkan berkas berkas yang diperlukan bank dalam prosesnya yaitu Kartu Identitas (KTP/SIM/Paspor), NPWP, dan Jaminan barang gadai yang digunakan dalam proses gadai.

Selain Pegadaian Syariah, Akad Tabbaru juga digunakaan dalam Lembaga Amil Zakat Nasional (Baznas). Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) merupakan badan yang mengurusi dana zakat dari masyarakat. Dalam proses nya mereka melakukan akad Zakat.

Jenis Riba dalam jual beli kredit

Akad Tabarru (tolong menolong)

akad rahn dan akad wadiah

Pengacara Syariah

Kami sangat mengerti permasalahan yang sedang anda hadapi adalah :

  1. Tidak mengerti hukum dengan baik
  2. Butuh penyelesaian dengan baik
  3. Ketidak tauan prosedur yang baik dan benar
  4. Tidak tau bagaimana membela diri di hadapan pengadilan
  5. Terkadang memerlukan saksi ahli
  6. Tidak mengerti istilah-istilah hukum
  7. Membetulkan dan melengkapi berkas-berkas dokumen sidang
  8. Butuh pendampingan selama pengajuan gugatan sidang
  9. Membutuhkan banyak waktu dan kesabaran selama masa persidangan
  10. Butuh pendampingan dana pinjaman kerjasama operasional syariah

Jangan khawatir, Serahkan semua permasalahan anda kepada kami karena :

  1. Perusahaan resmi dan terdaftar di kementrian hukum dan ham sejak tahun 2008
  2. Memiliki kredibilitas legalitas usaha
  3. Memiliki kantor yang jelas alamatnya
  4. Staff ahli yang akan memberikan pendampingan dan pelayanan
  5. Konsultan yang siap melayani konsultasi kapan saja
  6. Bisa dihubungi melalui email, whatsapp, dan telp di jam kerja
  7. Update informasi perkembangan kasus
  8. Lebih dari 1000 client telah menggunakan Klinik Hukum Jangkar sebagai partner

Bagaimana cara konsultasi hukum ?

Cara konsultasi mengenai Akad Tolong Menolong (Tabbaru) dalam Transaksi bisa datang langsung ke kantor LBH Jangkar atau bisa juga melalui saluran telp kantor kami.

Apabila anda memerlukan bantuan, segera hubungi Klinik Hukum Jangkar  untuk memberikan jasa konsultasi dan pendampingan Akad Tolong Menolong (Tabbaru) dalam Transaksi atau mengalami masalah

Akad Ijaroh

Jenis Riba dalam transaksi

Klinik Hukum dan LBH didirikan pada tanggal 22 mei 2008 dengan komitmen yang kuat dari advokat untuk menyediakan pelayanan terbaik, tercepat dan terpercaya kepada client. Silahkan hubungi :

Customer Service Fauzi HP/whatsapp XL: +6287727688883

Customer Service Slamet HP/whatsapp XL :+6287776370033

Customer Service Akhmad HP/whatsapp Simpati : +6281290434111

Customer Service Lukman Azis, SH HP/whatsapp XL: +6281289004086

Proses Dokumen Ida HP/Whatsapp Simpati : +6281282474443

Hukum/Pengadilan Takim HP/Whatsapp XL: +6287784767914

Pickup Document Yatno HP/Whatsapp XL : +6287727356800

Complain HP/Whatsapp Simpati : +6281386251161

Telp kantor : +622122008353 dan +622122986852

Atau bisa menghubungi kami via :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here