Menu
Biro Jasa Pembuatan Visa – Legalisir Dokument – Perkawinan Campuran -Dan Penerjemah Tersumpah
Jangkar Groups

BAGAIMANA STATUS CUCU YANG DI ANGKAT SEBAGAI ANAK

  • Bagikan
BAGAIMANA STATUS CUCU YANG DI ANGKAT SEBAGAI ANAK

Halo teman teman, mungkin anda punya pertanyaan seputar bagaimana status cucu yang diangkat sebagai anak? Ada sebuah study case yang bagus buat teman teman semua. Ada kejadian yang di alami oleh doni, saat ayah kakak ipar doni meninggal, beliau membuat sebuah wasiat. Menurut kakak ipar doni, wasiat tersebut di buat di saat ayahnya sedang sakit keras dan di depan atau hadapan istrinya, yang berstatus anak perempuannya/ibu dari cucu yang diangkat anak dan adik istrinya dan pada saat tanda tangan, ayahnya dituntun oleh istrinya.

 

BAGAIMANA STATUS CUCU YANG DI ANGKAT SEBAGAI ANAK

Salah satu yang terkandung di dalam isi wasiat adalah mengangkat cucunya (anak dari kakak ipar doni) untuk menjadi anaknya. Setelah itu ibu dari kakak ipar doni beranggapan bahwa cucunya tersebut memilik hak untuk mendapatkan aset atau harta waris yang memilik besar yang sama dengan anak-anak kandungnya.

 

Nah, pertanyaannya adalah bagaimana kekuatan dari sebuah wasiat itu dan apakah bisa seorang cucu yang diangkat sebagai anak angkat akan mendapatkan harta waris yang nominalnya sama dengan anak-anak kandungnya? Apakah ada  peraturan hukumnya? YUK dar pada beralam lama kita mikir langsung kita bahas.

 

Surat wasiat ialah satu akta yang digunakan untuk menimpan suatu pernyataan  seseorang yang berisi mengenai apa yang dikehendakinya akan apa yang akan terjadi sesudah dia wafat (dalam pasal 875 KUHPer).

 

Seperti yang tertera di dalam pasal 895 KUHPer, seseorang yang membuat surat wasiat saat membuat surat wasiatnya harus memiliki budi akalnya. Prof. Ali Afandi S.H. dalam buku “Hukum Waris Menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (Burgerlijke Wetboek)” mengatakan jika kondisi seseorang yang memiliki budi akalnya ini mempunyai makna bahwa orang yang membuat surat wasiat tidak boleh dalam kondisi sakit, baik sakit secara ingatannya (pikun atau sejenisnya) dan juga sakit yang sedemikian beratnya yang membuat orang tersebut tidak bisa berpikir dengan teratur dan benar atau tidak bisa berfikir dengan akan sehatnya.

 

Dari ketetapan yang tertera di dalam pasal yang di sebutkan di atas, maka untuk memastikan apa surat wasiat yang telah dibuat oleh Pewaris resmi ataukah tidak, harus diselidiki terlebih dahulu apakah pada  saat itu Pewaris yang sedang sakit keras masih bisa berpikir dengan teratur. Jika nyatanya saat pengerjaan surat wasiat Pewaris sudah sakit keras hingga mengganggu kekuatannya berpikir, yang pada akhirnya si penulis surat atau pewaris tidak mempunyai kemampuan untuk membuat surat wasiat, maka dapat dikatakan atau dinyatakan bahwa surat wasiat tersebut tidak sah adanya. Namun jika Pewaris tidak dalam kondisi sakit berat hingga memengaruhi potensi berpikirnya, karena itu Pewaris masih mahir untuk bikin surat wasiat .

 

Unsur surat wasiat

Untuk selanjutnya perlu diperhatikan dan dilihat apakah surat wasiat tersebut benar benar memenuhi syarat apa tidak. Menurut J. Satrio yang terdapat di dalam buku “Hukum Waris”, unsur-unsur surat wasiat antara lain

 

  1. Berupa akta dalam artian surat wasiat harus berupa tulisan, ataupun sesuatu yang tertulis;
  2. Pernyataan kehendak adalah aksi hukum sepihak, baru berlaku jika si pembuat surat wasiat sudah wafat; serta bisa dicabut kembali

 

Seterusnya seperti yang tertera di dalam pasal 931 KUHPer, dikatakan jika surat wasiat cuma bisa dikatakan berbentuk:

 

wasiat olografis yakni wasiat yang dicatat sendiri. Terdapat di dalam pasal  932 KUHPer mengendalikan jika wasiat olografis ini harus penuhi ketetapan seperti berikut:

  1. harus semuanya dicatat serta di tandatangani oleh pewaris
  2. harus disimpankan pada seseorang notaris, serta dibuatkan akta penyimpanan.

 

wasiat umum seperti yang tertera di dalam pasal 938 dan juga di dalam pasal 939 KUHPer. Syarat-syaratnya ialah:

  1. harus dibuat di depan notaris serta didatangi 2 saksi
  2. pewaris menjelaskan pada notaris apa yang dia kehendaki
  3. notaris dengan beberapa kata yang pasti menulis dalam intinya kehendak si pewaris.

 

wasiat rahasia/wasiat tertutup seperti yang terdapat pada pasal 940 serta di dalam pasal 941 KUHPer. Langkah membuatnya:

  1. dicatat sendiri oleh pewaris atau orang untuk pewaris, serta pewaris tanda-tangani sendiri
  2. kertas yang berisi tulisan atau sampul yang berisi tulisan harus ditutup serta disegel.
  3. Kertas itu diserahkan kepada notaris dengan didatangi 4 saksi serta pewaris menjelaskan jika kertas itu berisi wasiatnya.
  4. Notaris selanjutnya membikinkan akta yang berisi info pewaris itu.

 

Dari rincian di atas, jelas jika kehadiran seseorang Notaris diharuskan dalam soal surat wasiat. Ini ditekankan dan terdapat di dalam pasal 935 KUHPer yang mengatakan,

 

“Dengan surat dibawah tangan, yang telah di tulis semuanya, ditanggali serta di tandatangani oleh si yang mewariskan, karena itu, dengan tanpa syarat atau ketentuan tertib yang lain, dibolehkan satu orang ambil ketetapan-ketetapan agar diberlakukan sesudah wafatnya, namun semata-mata dan hanya untuk pengangkatan beberapa pelaksana, penyelenggaraan penguburan, untuk menghibahwasiatkan baju, perhiasan tubuh yang tersendiri serta mebel-mebel istimewa”

 

Pasal 935 KUHPer

Dapat dilihat dalam pasal 935 KUHPer di atas, jelaslah jika satu surat wasiat harus dibikin dengan menyertakan kehadiran notaris, terkecuali bila didalamnya cuma untuk:

1) Pengangkatan penerapan wasiat

2) Penyelenggaraan penguburan

3) Menghibahkan baju, perhiasan tersendiri serta furniture yang tersendiri

 

Jadi sangat jelas bahwa kehadiran seorang notaris sangatlah penting dalam proses pengerjaan atau pembuatan surat wasiat ini. Surat wasiat yang dicatat serta di tandatangani sendiri, bisa dikelompokkan jadi akta olografis, seandainya surat wasiat itu selanjutnya disimpankan pada seseorang notaris. Jika benar surat wasiat itu termasuk pada akta olografis, karena itu surat wasiat tersebut masuk dalam kategori memenuhi syarat bentuknya.

 

Jadi, ada dua hal yang butuh Anda evaluasi lebih dulu untuk memastikan apa surat wasiat itu resmi:

  1. Apa waktu membuatnya Pewaris masih ada dalam budi akalnya, serta
  2. Apa notaris diikutsertakan dalam pengerjaan surat wasiat.

 

Dengan pengangkatan anak, seseorang anak angkat diperlakukan sama juga dengan anak kandung, serta terima sisi warisan yang sama juga dengan anak kandung. Ini sebab KUHPer tidak memperbedakan sisi anak kandung serta anak angkat. Pengangkatan anak sendiri ditata dalam PP No. 54 Tahun 2007 mengenai Penerapan Pengangkatan Anak (“PP 54/2007”). Dalam masalah atau kasus Anda, pengangkatan anak ini bisa digolongkan jadi pengangkatan anak dengan cara langsung, seperti ditata dalam masalah 10 PP 54/2007.

 

Masalah 10 ayat (2) PP 54/2007 mengendalikan jika pengangkatan anak harus dikerjakan lewat penentuan pengadilan. Jadi, untuk seseorang cucu yang diangkat jadi anak serta terima warisan yang sama juga dengan anak kandung, karena itu harus telah mendapatkan penentuan pengadilan tentang pengangkatan anak.

 

Demikian penjelasan dari kami. Mudah-mudahan berguna bagi teman teman semua yang sedang mengalami permasalahan seperti yang terjadi di atas. Jadi bagi orang yang ingin mewariskan hartanya jangan lupa untuk terlebih dahulu menulis di atas kertas karena jikalau tidak ditakutkan nanti sudah tidak bisa berfikir sehat lagi. Dan jangan lupa membawa notaris dalam penulisannya. Sekian dan terima kasih.

 

Dasar hukum tertera di dalam :

  1. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (Burgerlijk Wetboek Voor Indonesie atau BW, Staatsblad 1847 No. 23)
  2. Ketentuan Pemerintah No. 54 Tahun 2007 mengenai Penerapan PengangkatanAnak

 

Kami sangat mengerti permasalahan yang sedang anda hadapi adalah :

  1. Tidak mengerti hukum dengan baik
  2. Butuh penyelesaian dengan baik
  3. Ketidak tauan prosedur yang baik dan benar
  4. Tidak tau bagaimana membela diri di hadapan pengadilan
  5. Terkadang memerlukan saksi ahli
  6. Tidak mengerti istilah-istilah hukum
  7. Membetulkan dan melengkapi berkas-berkas dokumen sidang
  8. Butuh pendampingan selama pengajuan gugatan sidang
  9. Membutuhkan banyak waktu dan kesabaran selama masa persidangan

 

Jangan khawatir, Serahkan semua permasalahan anda kepada kami karena :

  1. Perusahaan resmi dan terdaftar di kementrian hukum dan ham sejak tahun 2008
  2. Memiliki kredibilitas legalitas usaha
  3. Memiliki kantor yang jelas alamatnya
  4. Staff ahli yang akan memberikan pendampingan dan pelayanan
  5. Konsultan yang siap melayani konsultasi kapan saja
  6. Bisa dihubungi melalui email, whatsapp, dan telp di jam kerja
  7. Update informasi perkembangan kasus
  8. Lebih dari 1000 client telah menggunakan Klinik Hukum Jangkar sebagai partner

 

Bagaimana cara konsultasi hukum ?

Cara konsultasi mengenai bagaimana status cucu yang diangkat sebagai anak bisa datang langsung ke kantor LBH Jangkar atau bisa juga melalui saluran telp kantor kami.

Apabila anda memerlukan bantuan, segera hubungi Klinik Hukum Jangkar  untuk memberikan jasa konsultasi dan bagaimana status cucu yang diangkat sebagai anak :

hibah orang tua terhadap anak

 

Hubungi Kami Untuk Info Dan Pemesanan

 

Klinik Hukum didirikan pada tanggal 22 mei 2008 dengan komitmen yang kuat dari karyawan dan kreativitas untuk menyediakan pelayanan terbaik, tercepat dan terpercaya kepada pelanggan. Silahkan hubungi :

Customer Service Fauzi SH HP/whatsapp XL: +6287727688883

Customer Service Akhmad SH HP/whatsapp Simpati : +6281290434111

Proses Dokumen Ida SH HP/Whatsapp Simpati : +6281282474443

Telp kantor : +622122008353 

 

Kunjungi Media Sosial Kami :

 

 

Atau bisa menghubungi kami via :

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »