Beranda Ekonomi Syariah Ciri, Makna, Potensi Zakat di Indonesia

Ciri, Makna, Potensi Zakat di Indonesia

Ciri Makna Potensi Zakat di Indonesia

Ciri, Makna, Potensi Zakat di Indonesia – Ekonomi syariah merupakan sistem yang mempelajari tingkah laku manusia dalam upaya memenuhi kebutuhan sehari–hari. Ekonomi Syariah meengajarkan ilmu keseimbangan dalam semua aspek kehidupan.

Ekonomi tidak hanya membahas mengenai jual, beli, gadai dan lainnya tetapi, ekonomi membahas mengenai potensi sumber daya lain yang berkaiatan dengan aspek sosial yang bertujuan untuk menyeimbangkan sistem ekonomi. Salah satu pembahasan yang di bahas dalam ekonomi syariah mengenai zakat, shadaqah dan infaq.

Ciri, Makna, Potensi Zakat di Indonesia

Zakat Infaq, dan shadaqah merupakan bagian dari keseimbngan dalam mencapai kesejahteraan masyarakat. Potensi zakat, shadaqah, Infaq dan waqaf memiliki potensi yang tinggi. Ketika poteni zakat di kelola secara baik menjadi salah stau penerimaan yang sangat signifikan.

Ketika proses Zakat. Infaq dan shadaqah di kelola secara benar dan berdasarkan pada hukum syariah islam berpotensi besar dalam mengatasi permasalahan kesenjangan sosial yang terjadi di masyarakat.

Dalam Zakat, infaq, shadaqah, wakaf terdapat dua faktor yang saling berkaiatan di dalam nya. Faktor yang saling berkaiatan adalah faktor ibadah. Faktor ibadah menjadi salah satu faktor sebagai bentuk ketaatan kepada Allah swt dan sebagai faktor berhubungan dengan baik kepada manusia. Zakat,Infaq, dan shadaqah merupakan salah satu ciri khusus dari sistem ekonomi islam.

Ekonomi Islam mengajarkan kepada mansuia agar dalam proses kehidupan memiliki faktor keadilan, kesejahteraan, dan keseimbangan dalam kehidupan. Islam telah mengatur dalam menyeimbangkan sendi kehidupan salah satu nya adalah dengan upaya zakat.

Zakat

Zakat yang di keluarkan oleh seorang muslim dengan tujuan mensedekahkan sebagaian rezeki nya secara ikhlas untuk sesamanya menjadi nilai pahala dan ibadah kepada Allah swt. Zakat yang di keluarkan dan disalurkan kepada pihak yang berhak menerimanya menjadi salah satu point dalam membantu dan mensejahterakan masyarakat.

Zakat merupakan salah satu rukun Islam yaitu terdapat pada rukun ketiga. Zakat merupakan salah satu landasan pokok dan unsur dalam islam. Hukum Zakat dalam Islam yaitu Wajib. Zakat dibayarkan ketika harta yang dimiliki seorang muslim  telah memenuhi ketentuan dan syarat.

Ketika seorang muslim dan muslimah tidak melaksanakan kewajiban atas zakat maka hukumnya adalah dosa besar. Rukun– rukun Islam, syaitu membaca dua kalimat syahadat, melaksanakan sholat, melaksanakan puasa, dan membayarkan zakat serta menunaikan haji merupakan ibadah yang langsung dengan Allah swt.

Zakat memiliki hubungan dan keterkaitan kita langsung dengan Allah, tetapi zakat juga menghubungan kita dengan manusia.

Hukum Wajib Dalam Mengeluarkan Zakat.

Hukum dalam mengeluarkan zakat dalam islam adalah Fardu’Ain. Zakat meruapakan suatu kewajiban yang harus di lakukan dan di keluarkan oleh seorang muslim dan muslimah. Seprang muslim dan muslimah harus mengeluarkan Zakat apabila, Harta yang dimiliki nya telah memenuhi syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan.

Jenis atau Macam Macam Zakat :

1. Zakat Nafs. Zakat Nafs adalah Zakat atas Jiwa. Zakat Nafs ini disebut dengan Zakat Fitrah, Pada Zakat fitrah ini Hukumnya adalah Wajib. Zakat Nafs di keluarkan pada bulan Ramadhan dan sebelum pelaksanaan sholat idul fitri. Besarnya zakat fitrah berdasarkan pada ketentuan yang telah ditetapkan.

2. Zakat Maal . Zakat Maal adalah zakat pada harta. Zakaf maal merupakan zakat yang di keluarkan oleh seorang muslim ketika harta yang dimiliki seorang muslim ini telah mencapai nisab atau ketentuan ketentuan dalam batasan syariah. Zakat Maal dapat di keluarkan melalui Badan Amil Zakat ataupun pada lembaga zakat zakat lainnya.

Contoh komiditi yang di keluarkan zakat Harta adalah Zakat Emas dan Perak.

Harta – Harta yang Wajib di Keluarkan Untuk Zakat.

Dalam kepemilikan barang atau komiditi seorang muslim dan muslimah hukumnya adalah di perbolehkan. Seperti dalam prosesi kepemilikan barang dan komidisti kehidupan sehari –hari. Namun dalam prosesnya harta yang kita miliki memiliki batasan dan ketentuan dalam upaya zakat yang mesti di keluarkan.

Contoh nya adalah Harta pada: Emas dan Perak, Binatang ternak (Sapi, Unta, Kambing) , Barang dagangan , Hasil pertanian , dan hasil pada buah buahan.

Pihak – Pihak Penerima Zakat

Ketika zakat telah di keluarkan Maka Zakat harus di salurkan kepada pihak pihak atau golongan yang termasuk dalam penerima zakat. Penerima zakat menurut islam sebagai Golongan yang berhak menerima zakat ada delapan yaitu:

1. Faqir yaitu adalah orang yang tidak memiliki harta benda untuk dalam mencukupi kebutuhan hidupnya.
2. Miskin merupakan orang yang memiliki harta benda atau pekerjaan namun tidak bisa mencukupi.
3. Amil merupakan orang-orang yang bekerja dalam mengurus zakat dan tidak dibayar upah kecuali bersumber dari zakat.
4. Mu’allaf, merupakan orang yang baru masuk Islam dan mengucapkan dua kalimat syahadat.
5. Riqab yaitu merupkan budak yang di janjikan merdeka oleh tuannya setelah melunasi dan membayarkan sejumlah tebusan.
6. Gharimin merupakan orang memiliki tanggungan.
7. Fi Sabilillah merupakan orang yang berperang dan berjihad di jalan Allah.
8. Ibnu Sabil merupakan orang yang sedang melakukan bepergian dari satu tempat.

Syarat Syarat dalam Ketentuan Harta yang Wajib Zakat:

  • Harta wajib di keluarkan zakat nya ketika harta telah memenuhi Nishab. Nishab yaitu adalah jumlah atau ukuran minimal harta yang menyebabkan harta tersebut hukumnya wajib mengeluarkan zakat.
  • Harta wajib di keluarkan zakat nya ketika harta telah memenuhi Haul. Ketika harta telah mememunhi dam mencapai haul merupakan ketika harta yang kita miliki telah berlalu satu tahun hijriyyah terkecuali, pada harta berupa hasil dari sektor pertanian yang dimana waktu wajib membayarkan zakatnya pada saat Haul jadi syarat bagi harta yang sudah mencapai nishab untuk dikeluarkan zakatnya.

Pendapat mengenai zakat :

Beberapa pendapat mengenai Zakat Yaitu menurut Muhammad Abdull Mannan memberikan pendapat mengenai prinsip yang digunakan zakat yaitu, Pertama prinsip pada zakat terdapat pada keyakinan pada keagamaan, ketika seseorang membayarkan zakat merupakan manifestasi yang Ia lakukan dalam kewajiban yang ia lakukan apada agama nya.

Prinsip Kedua pada Zakat yaitu adalah Keadilan dan Pemerataan Zakat memiliki tujuan sosial yaitu membagi kekayaan dari Allah SWT lebih dengan adil dan merata kepada sesama manusia. Prinsip ketiga yaitu adalah mengenai produktifitas, Produktifitas menekankan bahwa zakat di keluarkan karena milik pihak tertentu dan telah mencapai sebuah batas ketentuan dalam menghasilkan produk tertentu.

Potensi Zakat di Indonesia:

Potensi zakat diindonesia sangat baik. Indonesia memiliki mayoritas penduduk muslim yang mendominasi. Penduduk yang mayoritas muslim tersebut menjadi salah satu aspek penting dalam pengelolaan zakat. Jika dana zakat dikelola secara baik dan dikelola dengan tepat menjadi salah satu aspek penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Zakat yang dikeluarkan oleh seorang muslim akan menjadi nilai ibadah dan akan menjadi nilai keberkahan dalam setiap proses yang dilakukan dalam melaksanakan suatu kewajiban. Zakat di Indonesia dikelola oleh  beberapa badan amil zakat yaitu salah satunya adalah Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAZ).

Pengacara Syariah

Kami sangat mengerti permasalahan yang sedang anda hadapi adalah :

  1. Tidak mengerti hukum dengan baik
  2. Butuh penyelesaian dengan baik
  3. Ketidak tauan prosedur yang baik dan benar
  4. Tidak tau bagaimana membela diri di hadapan pengadilan
  5. Terkadang memerlukan saksi ahli
  6. Tidak mengerti istilah-istilah hukum
  7. Membetulkan dan melengkapi berkas-berkas dokumen sidang
  8. Butuh pendampingan selama pengajuan gugatan sidang
  9. Membutuhkan banyak waktu dan kesabaran selama masa persidangan
  10. Butuh pendampingan dana pinjaman kerjasama operasional syariah

Jangan khawatir, Serahkan semua permasalahan anda kepada kami karena :

  1. Perusahaan resmi dan terdaftar di kementrian hukum dan ham sejak tahun 2008
  2. Memiliki kredibilitas legalitas usaha
  3. Memiliki kantor yang jelas alamatnya
  4. Staff ahli yang akan memberikan pendampingan dan pelayanan
  5. Konsultan yang siap melayani konsultasi kapan saja
  6. Bisa dihubungi melalui email, whatsapp, dan telp di jam kerja
  7. Update informasi perkembangan kasus
  8. Lebih dari 1000 client telah menggunakan Klinik Hukum Jangkar sebagai partner

Bagaimana cara konsultasi hukum ?

Cara konsultasi mengenai Ciri, Makna, Potensi Zakat di Indonesia bisa datang langsung ke kantor LBH Jangkar atau bisa juga melalui saluran telp kantor kami.

Apabila anda memerlukan bantuan, segera hubungi Klinik Hukum Jangkar  untuk memberikan jasa konsultasi dan pendampingan Ciri, Makna, Potensi Zakat di Indonesia atau mengalami masalah :

Klinik Hukum dan LBH didirikan pada tanggal 22 mei 2008 dengan komitmen yang kuat dari advokat untuk menyediakan pelayanan terbaik, tercepat dan terpercaya kepada client. Silahkan hubungi :

Customer Service Fauzi SH HP/whatsapp XL: +6287727688883

Customer Service Akhmad SH HP/whatsapp Simpati : +6281290434111

Proses Dokumen Ida SH HP/Whatsapp Simpati : +6281282474443

Customer Service Lukman Azis SH HP/whatsapp XL: +6281289004086

Customer Service ABDURI SH HP/Whatsapp Simpati : +6281281247293

Hukum/Pengadilan Takim HP/Whatsapp XL: +6287784767914

Telp kantor : +622122008353 dan +622122986852

Atau bisa menghubungi kami via :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here