Beranda Hukum DALAM PROSES DIVERSI APAKAH ANAK AKAN TETAP DI TAHAN

DALAM PROSES DIVERSI APAKAH ANAK AKAN TETAP DI TAHAN

DALAM PROSES DIVERSI APAKAH ANAK AKAN TETAP DI TAHAN

Dalam Proses diversi apakah anak akan tetap di tahan – Nah apakah teman teman semua yang sedang membaca artikel ini ada yang penasaran tentang suatu hukum pidana bagi seorang anak kecil? Anak yang tergolong masih berusia di bawah 12 tahun, seperti 11, 10, 9 tahunan. Ada sebuah pertanyaan nih temen temen, dalam proses yang dinamakan diversi, apakah anak anak akan di tahan???

Nah banyak sekali tentang pertanyaan seperti itu karena banyak masyarakat yang belum mengetahui dasar hukum tentang hal tersebut,  yuk mari kita bahas ber sama sama teman teman.

Diversi bisa dikatakan sebagai pengalihan penyelesaian suatu perkara anak terhadap peradilan pidana ke dalam proses di luar peradilan pidana, seperti yang tertera di dalam pasal 1 angka 7 UU Nomor 11 tahun 2012 yang membahas tentang sistem peradilan pidana terhadap anak (UU SPPA). Secara substantional UU SPPA telah mengatur mengenai keadilan diversi dan restoratif secara tegas.

Yang ditujukan atau dengan maksud untuk menghindari dan menjauhkan anak dari proses peradilan sampai dapat menghindari sigmitasi pada seorang anak yang berhadapan dengan suatu hukum dan juga diharapkan seorang anak dapat kembali ke dalam suatu lingkungan sosial dengan wajar. Demikianlah yang disebut dalam bagian suatu penjelasan umum UU SPPA.

Secara tegas diversi tertera di dalam sebuah pasal, yaitu pasal 5 ayat 3 yang menyatakan bahwa sistem peradilan pidana anak wajib diupayakan tindakan diversi. Terdapat di dalam pasal 8 ayat 1 UU SPPA juga telah mengatur suatu tindakan diversi dilakukan melalui suatu mediasi atau musyawarah dengan melibatkan beberapa pihak, diantaranya anak beserta orang tua wali, korban serta walinya, pembimbing masyarakat serta pekerja sosial yang profesional berdasarkan proses pendekatan suatu keadilan restoratif.

Diversi ini mempunyai tujuan di dalam Pasal 6 UU SPPA :

  1. sampai perdamaian di antara korban serta anak;
  2. mengakhiri masalah anak di luar proses peradilan;
  3. menghindari anak dari perampasan kemerdekaan;
  4. menggerakkan warga untuk berperan serta; serta
  5. memberikan rasa tanggung jawab pada anak.

Sangat benar, jikalau pada suatu tingkat penyelidikan, penuntutan, serta kontrol masalah Anak di pengadilan negeri harus diusahakan sebuah tindakan diversi seperti yang tertera di dalam sebuah pasal, yaitu pasal7 ayat (1) UU SPPA. Diversi itu cuma dikerjakan dikerjakan dalam soal tindak pidana yang dikerjakan [Pasal 7 ayat (2) UU SPPA]:

  1. diancam dengan pidana penjara dibawah 7 (tujuh) tahun; serta
  2. bukan perulangan tindak pidana.

Selanjutnya, tentang penangkapan yang sudah anda tanyakan, perlu untuk diketahui jika hak anak pada suatu proses peradilan pidana itu diantaranya tidak diamankan, ditahan, atau dipenjara, terkecuali jadi usaha paling akhir serta dalam tempo yang paling singkat seperti tertera di dalam suatu pasal, yaitu di dalam pasal 3 huruf g UU SPPA. Dengan demikian, sudah menjadi hak tiap anak yang ada pada suatu proses peradilan pidana tidak untuk ditahan terkecuali penahanan itu adalah usaha paling akhir.

Seterusnya kami akan terangkan masalah ide penahanan pada seorang anak. Penahanan pada anak tidak bisa dikerjakan dalam soal anak mendapatkan agunan dari orangtua/wali serta/atau instansi jika anak tidak melarikan diri, tidak hilangkan atau mengakibatkan kerusakan tanda bukti, serta/ataukah tidak akan mengulang tindak pidana. Demikian yang disebutkan dalam Masalah 32 ayat (1) UU SPPA.

Pasal 32 Ayat 2 UU SPPA

Masih terkait dengan penahanan pada anak, seperti terdapat di dalam pasal 32 ayat (2) UU SPPA memberi ketentuan penangkapan pada anak seperti berikut:

“Penahanan pada anak cuma bisa dikerjakan dengan ketentuan seperti berikut:

  1. anak sudah berusia 14 (empat belas) tahun atau lebih; serta
  2. disangka lakukan tindak pidana dengan intimidasi pidana penjara 7 (tujuh) tahun atau lebih”

Merujuk pada dua ide di atas, yaitu ide diversi serta ide penahanan sekaligus juga menjawab pertanyaan Anda, pertama butuh disaksikan dahulu umur si anak waktu itu. Selanjutnya mengacu pada ketentuan diversi serta ketentuan penahanan pada anak, bisa disaksikan jika diversi dikerjakan bila tindak pidana yang dikerjakan oleh si anak diancam dengan pidana penjara dibawah tujuh tahun, sedang penahanan cuma bisa dikerjakan bila intimidasi pidana penjaranya tujuh tahun atau lebih.

Ini berarti, dengan nalar, buat anak yang terhadapnya dikerjakan diversi (intimidasi pidananya dibawah 7 tahun), terhadapnya mustahil ditahan serta pasti tidak bisa ditahan (penahanan cuma untuk intimidasi pidana di atas 7 tahun).

Hal yang bisa dibilang sama seperti disebutkan di dalam suatu catatan atau tulisan, Aplikasi Diversi dalam Persidangan Anakyang dibikin oleh Sofian Parerungan, S.H.,M.H., yaitu seseorang hakim yang kami akses dari situs sah Pengadilan Negeri Bangil, diterangkan jika proses diversi cuma bisa dikerjakan pada anak yang tidak ditahan sebab anak yang bisa ditahan ialah yang disangka lakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 7 (tujuh) tahun atau lebih, sedang proses diversi cuma diaplikasikan pada anak yang diancam dengan pidana penjara dibawah 7 (tujuh) tahun.

Perma No 4 Tahun 2014

Sofian memberikan tambahan, hal yang lain yang barangkali berlangsung ialah seperti yang terdapat di dalam pasal 3 Ketentuan Mahkamah Agung Nomer 4 Tahun 2014 mengenai Dasar Penerapan Diversi Dalam Skema Peradilan Pidana Anak (“PERMA 4/2014”). Hakim anak harus mengusahakan diversi dalam soal anak dituduh lakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara dibawah 7 (tujuh) tahun serta dituduh juga dengan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 7 (tujuh) tahun atau lebih berbentuk surat tuduhan subsidaritas, pilihan, kumulatif, atau gabungan (kombinasi).

Sofian memberikan contoh contohnya tuduhan subsidaritas Primair: Masalah 354 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”) (intimidasi penjara 8 tahun), Subsidair: Masalah 351 ayat (2) KUHP (intimidasi penjara 5 tahun), Lebih Subsidair: seperti terdapat di dalam pasal 351 ayat (1) KUHP (intimidasi penjara 2 tahun 8 bulan). Bagaimana dengan penahanannya?

Masalah yang di dakwakan penuhi suatu ketentuan penahanan, sedangkan untuk di lainnya sisi diversi juga harus dikerjakan, hal ini tidak ditata secara langsung untuk selanjutnya di dalam PERMA. Akan tetapi, sebab diversi harus dikerjakan, karena itu dalam kontrol di persidangan hakim bisa memakai kewenangannya tidak untuk lakukan penahanan pada anak.

Nah berikut adalah penjelasan serta jawaban dari kami, jika di rasa jawaban kami masih belum sempurna kami mohon maaf karena kami hanyalah manusia biasa yang tak luput dari kesalahan, jika memang teman teman semua merasa ini bermanfaat tolong untuk sebarkan link artikel ini ke teman teman anda supaya teman teman anda mempunyai pengetahuan yang paham tentang kasus pertanyaan di atas.

Pengacara Anak

Kami sangat mengerti permasalahan yang sedang anda hadapi adalah :

  1. Tidak mengerti hukum dengan baik
  2. Butuh penyelesaian dengan baik
  3. Ketidak tauan prosedur yang baik dan benar
  4. Tidak tau bagaimana membela diri di hadapan pengadilan
  5. Terkadang memerlukan saksi ahli
  6. Tidak mengerti istilah-istilah hukum
  7. Membetulkan dan melengkapi berkas-berkas dokumen sidang
  8. Butuh pendampingan selama pengajuan gugatan sidang
  9. Membutuhkan banyak waktu dan kesabaran selama masa persidangan

Jangan khawatir, Serahkan semua permasalahan anda kepada kami karena :

  1. Perusahaan resmi dan terdaftar di kementrian hukum dan ham sejak tahun 2008
  2. Memiliki kredibilitas legalitas usaha
  3. Memiliki kantor yang jelas alamatnya
  4. Staff ahli yang akan memberikan pendampingan dan pelayanan
  5. Konsultan yang siap melayani konsultasi kapan saja
  6. Bisa dihubungi melalui email, whatsapp, dan telp di jam kerja
  7. Update informasi perkembangan kasus
  8. Lebih dari 1000 client telah menggunakan Klinik Hukum Jangkar sebagai partner

Bagaimana cara konsultasi hukum ?

Cara konsultasi mengenai Dalam Proses diversi apakah anak akan tetap di tahan bisa datang langsung ke kantor LBH Jangkar atau bisa juga melalui saluran telp kantor kami.

Apabila anda memerlukan bantuan, segera hubungi Klinik Hukum Jangkar  untuk memberikan jasa konsultasi dan pendampingan Dalam Proses diversi apakah anak akan tetap di tahan atau mengalami masalah :

hibah orang tua terhadap anak

Hubungi Kami Untuk Info Dan Pemesanan

Klinik Hukum didirikan pada tanggal 22 mei 2008 dengan komitmen yang kuat dari karyawan dan kreativitas untuk menyediakan pelayanan terbaik, tercepat dan terpercaya kepada pelanggan. Silahkan hubungi :

Customer Service Fauzi SH HP/whatsapp XL: +6287727688883

Customer Service Akhmad SH HP/whatsapp Simpati : +6281290434111

Proses Dokumen Ida SH HP/Whatsapp Simpati : +6281282474443

Customer Service Lukman Azis SH HP/whatsapp XL: +6281289004086

Customer Service ABDURI SH HP/Whatsapp Simpati : +6281281247293

Hukum/Pengadilan Takim HP/Whatsapp XL: +6287784767914

Telp kantor : +622122008353 dan +622122986852

Kunjungi Media Sosial Kami :

Atau bisa menghubungi kami via :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here