Beranda Ekonomi Syariah JENIS RIBA DALAM JUAL BELI KREDIT

JENIS RIBA DALAM JUAL BELI KREDIT

JENIS RIBA DALAM JUAL BELI KREDIT & HUTANG PIUTANG

JENIS RIBA DALAM JUAL BELI KREDIT & HUTANG PIUTANG

Riba memiliki arti tambahan. Dalam Bahasa arab riba diartikan yaitu ziyadah. Riba di lakukan dalam proses bunga dalam sistem konvensional. Dalam islam riba sendiri diharamkan dan pelaku yang menjalankan transaksi riba termasuk dosa besar. Praktik riba sering dilakukan pada proses Jual Beli dan Hutang Piutang.

Transaksi Jual Beli begitu sangat dekat Manusia. Hampir semua kegiatan yang dilakukan oleh manusia akan berkaitan dengan proses transaksi jual beli. Transaksi Jual beli sangat  mudah kita jumpai disekitar kita sebagai contoh transaksi di Pasar, Supermarket, serta yang paling kita sering lakukan dengan menggunakan secara online.

Perkembangan teknologi yang semakin canggih mengakibatkan dampak positif diantaranya kemudahan transaksi Jual beli tidak secara langsung yang memiliki dampak dalam segi waktu maupun dengan segi biaya dan aspek lainnya. Dari kemudahan tersebut akan meningkatkan daya beli masyarakat yang sekarang ini tidak perlu untuk datang secra langsung dalam membeli kebutuhan mulai Barang, Makanan, Vashion, dan lain sebagainya.

Dari kemudahan- kemudahan yang dapat dirasakan dalam proses jual beli terdapat dua cara metode pembayaran atas barang jual beli tersebut yaitu dengan secara cash (kontan)/(naqdan)  atau secara kredit. Dalam konsep ekonomi syariah tidak terdapat  proses kredit.

Konsep Syariah

Didalam konsep syariah dikenal proses pembayaran secara cash (naqdan) dan proses  pembayaran dengan cara diangsur (taqish). Setiap transaksi jual beli dengan konsep syariah tidak terdapat didalam nya tambahan atau bunga pada  skema pembiayaan nya.

Praktik Jual Beli  di masyarakat sangat sering  melakukan transaksi kredit yang didalam nya  terkandung adanya Bunga. Bunga yang terdapat didalam proses Jual beli tersebut di tetapkan diawal proses perjanjian transaksi (dalam syariah konsep ini disebut dengan riba qard).

Konsep Syariah yang menjaga setiap proses nya dari adanya Riba bertujuan agar setiap proses Transaksinya baik dari pihak penjual maupun pembeli saling suka sama suka (saling merelakan dan mengikhlaskan) dalam proses jual beli. Bunga (Riba/Tambahan) telah dijelaskan oleh Allah Swt dalam Al Qur’an pada Qs. Al-Baqarah 275, Qs. An Nisa 160-161, Qs. Ali Imran : 130, dan Qs. Ar Rum 39.

Selain dalam proses transaksi jual beli, kegiatan yang sering dilakukan oleh masyarakat berkaitan dengan proses hutang piutang. Proses Hutang piutang  sering terjadi dimasyarakat. Praktik bunga dalam sistem konvensional menjadi pionir tersendiri dalam penerapannya. Misalnya saja dalam proses peminjaman dana yang dalam praktiknya ditambahkan bunga didalamnya. Dan ketika proses pembayaran mengalami keterlambatan akan dikenakan bunga tambahan.

Dalam Al Qur’an Qs. Al Baqarah ayat 275 Allah menjelaskan bahwasanya Allah telah menghalalkan Jual Beli dan mengharamkan riba. Ayat Al Qur’an lain yang juga mejelaskan mengenai proses jual beli dengan ketentuannya adalah QS.An Nisa ayat 29.

Tanpa paksaan

Dalam ayat ini  menjelaskan bahwasa Allah swt melarang manusia untuk memakan sesamanya dengan cara yang batil (yang dilarang Allah swt yaitu Riba) kecuali dalam jalur perniagaan (berdagang) dan berdasarkan atas prinsip suka sama suka tanpa adanya  paksaan dari salah satu pihak.

Hal ini berkaitan dengan prinsip  muamalah Ala shfi fimuamalah ala ibha ila idza madalil ala khilafihi  yang memilikii arti  adalah  Semua  bentuk muamalah hukumnya mubah (diperbolehkan) kecuali ada dalil yang melarang.

Dalam transaksi Jual Beli barang secara Kredit terdapat kandungan Bunga (Riba) didalamnya. Dalam Hukum Islam Riba Hukumnya adalah Haram.

Terdapat dua jenis riba pada transaksi  Jual Beli Kredit dengan konsep Bunga ;

  • Riba Fadhl

Riba  Fadhl adalah bunga (tambahan) yang disebabkan dari pertukaran barang yang sejenis dan ribawi seperti emas, perak, dan  lain sebagainya. Riba ini adanya tambahan dalam proses penukaran  barang tersebut dari pihak yang bertranksaksi sehingga terjadi nya ketidakadilan dalam proses nya. Contoh Penerapannya adalah  :

Ibu Syfa manisha memiliki emas24 karat dengan besar ukuran 5 gram, ingin menukar nya dengan Ibu Shaqila dengan ukuran yang sama pula, Namun ibu shaqila mempersyaratkan kelebihan sebesar Rp 50.000 dalam penukaran barangnya. Maka Uang 50.000 ini dianggap sebagai riba. Dikarenakan dalam prosess jual beli barang ribawi harus bernilai sama dengan barang yang ditukar. tidak boleh adanya tambahan.

  • Riba Nasiah

Riba Nasiah adalah bunga (tambahan) yang disebabakan karena adanya keterlambatan atas pembayaran kredit dari transaksi jual beli.

Pada saat proses pembayaran yang mengalami keterlambatan di luar tanggal jatuh tempo maka akan dikenakan Bunga tambahan. Hal ini disebut dengan jenis Riba Jahiliyah.

Selain dalam Transaksi Jual Beli, Riba jenis kedua terdapat dalam proses hutang piutang.

Dalam proses hutang piutang ini mengandung jenis riba diantaranya :

  1. Riba Qardh

Riba Qard adalah riba yang diperjanjikan diawal peminjaman. Penerapan riba qardh terdapat pada pemberian menggunakan sistem kredit pada lembaga lembaga keuangan  yang menggunakan sistem konvensional.

Contoh penerapan Riba Qardh :

Pak Danang memnijam dana sebesar Rp.50.000.000 dengan menyepkati  diperjanjian adanya Bunga tambahan sebesar 5% dari total pinjaman. Hal ini terkandung dalam proses transaksi Riba Qard.

  1. Riba Jahiliyah

Riba Jahiliyah adalah jenis riba yang diakibatkan ketidakmampuan peminjam dalam proses pengembalian dana pinjaman. Contoh penerapannya adalah :

Tuan Adi meminjam dana di Bank Syariah sebesar Rp 10.000.000 Jt rupiah dengan masa peminjaman selama satu tahun (6 Bulan). Namun, pada angsuran kelima pak adi tidak dapat membayarkan hutangnya. Dan dikenakan bunga tambahan atas keterlambatan sebesar 2%. Hal ini disebut dengan riba jahiiyah

Hal ini merupakan praktik dalam transaksi riba jahiliyah.

Macam-macam Bunga Bank :

  • Bunga Simpanan

Bunga simpanan merupakan bunga yang didapatkan dari pen-deposit dana yang simpan oleh Nasabah kepada pihak Bank. Contoh dari bunga Simpanan ini adalah : Bunga Tabungan dan Bunga Deposito.

  • Bunga Pinjaman

Bunga Pinjaman merupakan bunga yang dibebankan pada proses peminjaman dana yang diberikan oleh Bank kepada nasabah.

Dampak yang terjadi akibat dari adanya riba  :

  1. Menyebabkan pemerasan anatar si kaya terhadap si Miskin , Sehingga menjadikan si kaya semakin Berjaya dan si Miskin akan sengsara
  2. Menimbulkan adanya kesenjangan sosial.
  3. Menyebabkan Kebangkrutan usaha ketika tidak lakukan pada kegiatan produktif.

Semua Bentuk & Jenis Riba Hukumnya adalah Haram. Allah swt telah mengharamkan semua kegiatan yang berkaitan dengan Riba atau Bunga. Bunga sendiri memiliki banyak dampak ekonomi. Salah satu cara dalam mengantisipasi sistem konvensional adalah dengan Sistem Syariah.

Sistem ekonomi syariah

Sistem Syariah menjadi salah satu sistem yang di gunakan  dalam menghindari transkasi yang berkaitan dengan riba. Sistem Ekonomi Syariah (Islam) yang mengedepankan  prinsip keadilan dengan mengharamkan adanya bunga dalam setiap proses transaksi dan mengantinya dengan sistem bagi hasil yang mengedepankan keadilan dan kehalalan dari setiap prosesnya.

Dalam pelaksanaannya sistem syariah harus sesuai akad. Setiap kebetuhan akan disesuaikan pemenuhannya melalui akad. Akad tersebut di antara nya adalah akad Tabbaru dan akad Tijarah. Akad tabbaru merupakan akan sosial sedangkan akan tijarah merupakan akad bisnis. Dalam praktiknya akan dilandasakan pada Fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN MUI).

Akad Tabarru

Pengacara Syariah

Kami sangat mengerti permasalahan yang sedang anda hadapi adalah :

  1. Tidak mengerti hukum dengan baik
  2. Butuh penyelesaian dengan baik
  3. Ketidak tauan prosedur yang baik dan benar
  4. Tidak tau bagaimana membela diri di hadapan pengadilan
  5. Terkadang memerlukan saksi ahli
  6. Tidak mengerti istilah-istilah hukum
  7. Membetulkan dan melengkapi berkas-berkas dokumen sidang
  8. Butuh pendampingan selama pengajuan gugatan sidang
  9. Membutuhkan banyak waktu dan kesabaran selama masa persidangan
  10. Butuh pendampingan dana pinjaman kerjasama operasional syariah

Jangan khawatir, Serahkan semua permasalahan anda kepada kami karena :

  1. Perusahaan resmi dan terdaftar di kementrian hukum dan ham sejak tahun 2008
  2. Memiliki kredibilitas legalitas usaha
  3. Memiliki kantor yang jelas alamatnya
  4. Staff ahli yang akan memberikan pendampingan dan pelayanan
  5. Konsultan yang siap melayani konsultasi kapan saja
  6. Bisa dihubungi melalui email, whatsapp, dan telp di jam kerja
  7. Update informasi perkembangan kasus
  8. Lebih dari 1000 client telah menggunakan Klinik Hukum Jangkar sebagai partner

Bagaimana cara konsultasi hukum ?

Cara konsultasi mengenai JENIS RIBA DALAM JUAL BELI KREDIT bisa datang langsung ke kantor LBH Jangkar atau bisa juga melalui saluran telp kantor kami.

Apabila anda memerlukan bantuan, segera hubungi Klinik Hukum Jangkar  untuk memberikan jasa konsultasi dan pendampingan JENIS RIBA DALAM JUAL BELI KREDIT atau mengalami masalah :

Klinik Hukum dan LBH didirikan pada tanggal 22 mei 2008 dengan komitmen yang kuat dari advokat untuk menyediakan pelayanan terbaik, tercepat dan terpercaya kepada client. Silahkan hubungi :

Customer Service Fauzi HP/whatsapp XL: +6287727688883

Customer Service Slamet HP/whatsapp XL :+6287776370033

Customer Service Akhmad HP/whatsapp Simpati : +6281290434111

Customer Service Lukman Azis, SH HP/whatsapp XL: +6281289004086

Proses Dokumen Ida HP/Whatsapp Simpati : +6281282474443

Hukum/Pengadilan Takim HP/Whatsapp XL: +6287784767914

Pickup Document Yatno HP/Whatsapp XL : +6287727356800

Complain HP/Whatsapp Simpati : +6281386251161

Telp kantor : +622122008353 dan +622122986852

Atau bisa menghubungi kami via :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here