Beranda Hukum LEGALKAH SURAT WASIAT DI TULIS DENGAN TANGAN DAN DIBERI MATERAI?

LEGALKAH SURAT WASIAT DI TULIS DENGAN TANGAN DAN DIBERI MATERAI?

LEGALKAH SURAT WASIAT DI TULIS DENGAN TANGAN DAN DIBERI MATERAI

Ada sebuah pertanyaan tentang surat wasiat bermaterai. Bagaimana Otoritas atau legalitas Hukum Surat Wasiat yang Dicatat atau ditulis dengan Tangan? Bagaimana Bila Penulis Surat Memakai Materai? Nah apakah beberapa pembaca mempunyai permasalahan atau pertanyaan yang sama?

Jika memang jawabannya iya benar maka teman teman sekalian sudah tepat jika membaca artikel ini sampai tuntas. Ayo langsung kita mulai !

Pasal 874 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata

Surat wasiat dibikin atau dibuat oleh satu orang dalam rencana berencana pemindahtanganan asset serta harta yang dipunyai pada satu orang atau beberapa faksi atau pihak terkait sesudah wafat. Berdasar yang tertera di dalam pasal 874 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (“KUHPer”).

Semua harta peninggalan satu orang yang wafat, ialah milik beberapa pakar/ ahli warisnya. Bila seseorang calon pewasiat ingin memutuskan harta warisannya untuk diserahkan kepada pakar atau ahli waris tersendiri, bisa didapat rangkuman jika calon pewaris ingin lakukan hibah wasiat. Hibah wasiat yang dikerjakan calon pewaris harus memakai yang resmi di mata hukum

Seterusnya, di dalam pasal 875 KUHPer menerangkan jika testamen atau surat wasiat adalah satu akta berisi pengakuan satu orang mengenai apa yang dikehendakinya berlangsung sesudah dia wafat, yang bisa dicabut kembali olehnya. Bentuk resmi testamen tertera dengan baik di dalam  pasal 930 KUHPer.

Dengan fisik, harus berbentuk satu akta yang penuhi ketentuan. Selain itu, bila disaksikan dari didalamnya atau dengan materiil, testamen adalah satu pengakuan kehendak, yang baru memiliki karena atau berlaku setelah si pembuat testamen wafat.

Pengakuan pada surat bisa ditarik kembali dengan sepihak sepanjang pewasiat masih hidup. seperti yang tertera di dalam pasal 931 KUHPer menerangkan jika surat cuma bisa dibikin, dengan akta olografis atau dicatat tangan sendiri, lewat akta umum atau mungkin dengan akta rahasia serta akta tertutup.

Surat Wasiat

Keterangan dari beberapa macam surat wasiat itu ialah seperti berikut.

  1. Olografis (Terdapat di dalam pasal 932-937 KUHPer)

Berdasar landasan hukum seperti tercantum dalam pasal 932-937 KUHPer, surat wasiat type ini dicatat tangan serta di tandatangani oleh pewaris sendiri selanjutnya diberikan pada notaris.

  1. Umum (Tertera di dalam pasal 938-939 KUHPer)

Surat wasiat umum diterangkan formatnya terdapat di dalam pasal 938-939 KUHPer. Nama lain dari type surat ini ialah surat wasiat dengan akta umum yang perlu dibikin di depan notaris. Surat ini dibikin dengan terbuka di depan hukum supaya tidak berlangsung salah paham serta salah penafsiran pada realisasinya sesudah si pewasiat wafat.

  1. Rahasia (di dalam pasal 940 KUHPer)

Landasan hukum type surat wasiat ini ialah ada di dalam pasal 940 KUHPer yang menerangkan jika surat wasiat rahasia berbentuk tertutup saat penyerahannya. Pewasiat harus tanda-tangani penetapan-penetapannya, baik bila ia sendiri yang menulisnya atau bila dia memerintah orang menulisnya.

Kertas yang berisi penetapan-penetapannya, atau kertas yang digunakan untuk sampul, jika dipakai sampul, harus tertutup serta disegel serta diberikan pada notaris, di depan empat orang saksi untuk dibikin akta keterangan tentang hal tersebut. Jadi Masih Legal Surat Wasiat Catat Tangan, Seandainya Di Depan Notaris serta Diberikan ke Notaris

Pasal 935 KUHPer

Ketetapan KUHPer yang disebut di atas menerangkan jika surat wasiat harus dibikin tercatat di depan notaris atau disimpan oleh notaris sampai waktu penerapan wasiat. Akta dibawah tangan semuanya dicatat, dikasih tanggal serta di tandatangani oleh pewaris.

Seperti yang tertera di dalam 935 KUHPer menerangkan jika surat itu berbentuk resmi dengan hukum serta bisa diputuskan wasiat, tanpa ada formalitas-formalitas selanjutnya cuma untuk pengangkatan beberapa pelaksana untuk penguburan, hibah-hibah wasiat mengenai pakaian-pakaian, perhiasan-perhiasan tubuh tersendiri, serta perkakas-perkakas spesial rumah.

Status surat wasiat yang dibikin dengan akta dibawah tangan tanpa ada notaris tidak berlaku untuk beberapa barang atau harta tidak hanya dari pakaian-pakaian, perhiasan-perhiasan tubuh tersendiri, serta perkakas-perkakas spesial rumah.

Ketetapan normalitas yang diputuskan dalam pasal-pasal yang disebut di atas harus dikerjakan. Jika tidak, seperti yang tertera di dalam pasal 953 KUHPer menerangkan jika surat wasiat itu diancam dengan status penangguhan. Untuk pewasiat yang beragama Islam, ketetapan tentang wasiat ditata dalam Inpres No. 1 Tahun 1991 mengenai Penyebarluasan Gabungan Hukum Islam (“KHI”).

Kompilasi Hukum Islam

KHI tidak mengharuskan keadaan fisik surat wasiat harus tercatat. Seperti di dalam pasal 195 ayat (1) KHI mengatakan, wasiat dikerjakan dengan lisan di depan dua orang saksi, atau tercatat di depan dua orang saksi, atau di depan notaris.

Misalnya bila dalam satu masalah satu orang yang tidak mempunyai anak mewasiatkan tempat tinggalnya untuk satu diantara keponakannya, karena itu keponakan lainnya tidak memiliki hak atas warisan rumah itu. Pengecualian bila di setujui atau dibagi oleh si penerima warisan yang disebut dalam surat wasiat.

Ini diterangkan dengan detil di dalam pasal 885 KUHPer jika jika beberapa kata satu surat wasiat sudah jelas, karena itu surat itu tidak bisa ditafsirkan dengan menyelimpang pada beberapa kata itu.

Surat wasiat menurut KUHPer atau menurut KHI, harus penuhi ketentuan resmi pembentukannya yakni menurut KUHPer harus dibikin atau dibuat dengan tercatat dengan dua orang saksi serta lewat notaris. Sedang menurut KHI, surat wasiat bisa berbentuk lisan atau tulisan tapi harus tetap di depan dua orang saksi atau notaris.

Saat surat wasiat bermaterai itu dibikin atau dibuat dan tidak penuhi ketentuan, karena itu surat wasiat itu terancam gagal. Surat wasiat itu tidak bisa dirubah sebab pewasiat sudah wafat. Bila surat wasiat gagal, pembagian waris akan ikuti skema yang diyakini. Skema yang disebut mencakup hukum Islam, waris perdata (BW) atau waris tradisi.

Surat Wasiat Legal, Hatipun Lega

Oleh karenanya, penting untuk mengerti beberapa landasan hukum sebelum membuat surat wasiat. Sepanjang pewaris masih hidup, bisa dikerjakan satu pembagian harta warisan dengan cara membuat hibah wasiat.

Hibah wasiat seperti yang tertera di dalam pasal 957 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (“KUHPerdata”) adalah satu penentuan spesial, dimana pewaris memberi pada satu atau sebagian orang beberapa barang tersendiri, atau semua beberapa barang serta jenis tersendiri.

Contohnya, semua beberapa barang bergerak atau beberapa barang masih, atau hak gunakan hasil atas beberapa atau semua barangnya. Semua bentuk fisik serta ketetapannya pada kuasa notaris butuh digarisbawahi supaya surat wasiat atau hibah wasiat tidak jadi gagal.

Pengacara Waris

Kami sangat mengerti permasalahan yang sedang anda hadapi adalah :

  1. Tidak mengerti hukum dengan baik
  2. Butuh penyelesaian dengan baik
  3. Ketidak tauan prosedur yang baik dan benar
  4. Tidak tau bagaimana membela diri di hadapan pengadilan
  5. Terkadang memerlukan saksi ahli
  6. Tidak mengerti istilah-istilah hukum
  7. Membetulkan dan melengkapi berkas-berkas dokumen sidang
  8. Butuh pendampingan selama pengajuan gugatan sidang
  9. Membutuhkan banyak waktu dan kesabaran selama masa persidangan

Jangan khawatir, Serahkan semua permasalahan anda kepada kami karena :

  1. Perusahaan resmi dan terdaftar di kementrian hukum dan ham sejak tahun 2008
  2. Memiliki kredibilitas legalitas usaha
  3. Memiliki kantor yang jelas alamatnya
  4. Staff ahli yang akan memberikan pendampingan dan pelayanan
  5. Konsultan yang siap melayani konsultasi kapan saja
  6. Bisa dihubungi melalui email, whatsapp, dan telp di jam kerja
  7. Update informasi perkembangan kasus
  8. Lebih dari 1000 client telah menggunakan Klinik Hukum Jangkar sebagai partner

Bagaimana cara konsultasi hukum ?

Cara konsultasi mengenai hukum SURAT WASIAT BERMATERAI bisa datang langsung ke kantor LBH Jangkar atau bisa juga melalui saluran telp kantor kami.

Apabila anda memerlukan bantuan, segera hubungi Klinik Hukum Jangkar  untuk memberikan jasa konsultasi dan pendampingan SURAT WASIAT BERMATERAI atau mengalami masalah :

pajak untuk para ahli waris terkait warisannya

pembagian warisan tanah sesuai hukum perdata dan hukum islam

cara membagi suatu warisan ayah dan nenek

cara membagi warisan kepada istri dan juga 8 anak

cara untuk membagi warisan kepada anak bawaan

hak warisan dari saudara kandung pewaris

hati-hati jangan memberikan warisan tanpa surat wasiat

persyaratan dan prosedur pembagian harta warisan

hukum hibah yang tidak di setujui oleh pewaris

surat kuasa ahli waris untuk menjual tanah atau rumah

hibah yang diberikan kepada seorang ahli waris

anak angkat dari suatu keluarga apakah akan mendapatkan hak waris

perlu tahu beberapa batasan dalam membuat suatu surat wasiat

hak waris bagi istri yang telah wafat atau meninggal

persyaratan dan proses gugat waris

Klinik Hukum dan LBH didirikan pada tanggal 22 mei 2008 dengan komitmen yang kuat dari advokat untuk menyediakan pelayanan terbaik, tercepat dan terpercaya kepada client. Silahkan hubungi :

Customer Service Fauzi HP/whatsapp XL: +6287727688883

Customer Service Slamet HP/whatsapp XL :+6287776370033

Customer Service Akhmad HP/whatsapp Simpati : +6281290434111

Customer Service Lukman Azis, SH HP/whatsapp XL: +6281289004086

Proses Dokumen Ida HP/Whatsapp Simpati : +6281282474443

Hukum/Pengadilan Takim HP/Whatsapp XL: +6287784767914

Pickup Document Yatno HP/Whatsapp XL : +6287727356800

Complain HP/Whatsapp Simpati : +6281386251161

Telp kantor : +622122008353 dan +622122986852

Atau bisa menghubungi kami via :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here