Beranda Hukum REKAM MEDIS, MERUPAKAN HAK SIAPA?

REKAM MEDIS, MERUPAKAN HAK SIAPA?

REKAM MEDIS MERUPAKAN HAK SIAPA

Rekam Medis merupakan hak siapa

Kembali lagi bersama kami, kali ini kami akan membahas mengenai kasus rekam medis seorang pasien yang merupakan hak dari seorang pasien. Nah baru tau ada udah ada yang tau teman teman sekalian?

Kalau belum kami akan membahsanya pada artikel kali ini sepenting apa sih rekam medis setelah pemeriksaan. Buat teman teman yang sudah merasa tahu mengenai informasi ini disarankan untuk mengikuti saja isi dari artikel ini supaya makin nambah pengetahuan serta keilmuannya.

Jalinan dokter dengan pasien ialah jalinan yang unik. Dokter jadi pemberi service kesehatan serta pasien jadi penerima service kesehatan. Dokter yang ahli serta pasien yang pemula, dokter yang sehat serta pasien yang sakit.

Jalinan tanggung jawab tidak imbang itu. Mengakibatkan pasien yang sebab keawamannya tidak tahu apa yang berlangsung pada saat aksi medik dikerjakan. Ini bisa saja sebab info dari dokter tidak selamanya dipahami oleh pasien.

Hubungan dokter dengan pasien juga  biasanya sangat tergantung dengan namanya kecocokan. Contoh jika dengan dokter A penyakit saya sembuh tetapi dengan dokter B penyakit saya tidak sembuh. Padahal obat yang digunakan hampir sama.

nah itu yang namanya kecocokan jadi dokter dan pasien saling bersinergi dalam mendapatkan apa yang mereka inginkan. Supaya terjadinya kesembuhan bagi pasien tersebut. Seorang dokter dalam memeriksa sebuah pasien biasanya akan memberikan rekam medis sebagai hasil dari pemeriksaan tersebut.

Rekam Medis

Suatu rekam medis dari pasien merupakan berkas yang di dalamnya berisikan suatu catatan dan dokumen tentang identitas seorang pasien, pengobatan, tindakan, pemeriksaan, serta pelayanan/ service lain yang diberikan oleh instansi dalam hal ini rumah sakit atau soerang dokter kepada seorang pasien.

Untuk penjelasan lebih lengkapnya bisa membuka UU praktik Kedokteran di dalam pasal 46 ayat 1 UU Praktik Kedokteran. Suatu hak pasien mengenai isi dari suatu rekam medis kedokteran dilindungi sepenuhnya oleh hukum.

Kewaiban dalam membuat suatu rekam medis terhadap semua tindakan serta pelayanan yang telah diberikan kepada seorang pasien menadi sebuah kewajiban dan tanggung jawab dari seorang dokter, dalam hal ini jika kasus mengenai kesehatan dari gigi maka yang bertanggung jawab adalah dokter gigi dan rumah sakit yang menangani pasien itu.

Seperti yang terdapat di dalam sebuah pasal nomor 46 ayat (1) Undang-Undang No. 29 tahun 2004 yang berisi tentang praktik kedokteran, yang di dalamnya menyatakan bahwa setiap dokter ataupun dokter  gigi di dalam menjalankan suatu praktik kedokteran diwajibkan untuk membuat rekam medis untuk seorang pasien yang ditanganinya.

Rekam medis tersebut diharuskan untk dipastikan agar selalu terjaga keamananan serta kerahasiaannya dari fraksi fraksi dalam hal ini pihak-pihak lain yang tidak mempunyai kepentingan sama sekali dan pihak yang tidak bertanggung jawab.

Hal seperti ini sewajarnya akan menjadi tanggung jawab secara bersama-sama dari pihak dokter dan juga pihak rumah sakit yang memfasilitasi berlangsungnya proses tersebut.

HaK Milik Rekam Medis

Suatu rekam medis merupakan milik seorang dokter dan dokter gigi yang menangai pasien tersebut, namun untuk isi dari suatu rekam medis merupakan sepenuhnya hak milik dari pasien tersebut atau bisa juga hak milik keluarga pasien yang bersangkutan.

Rekm medis merupakan salah satu hak dari pasien dalam pelayanan dokter dan juga pihak rumah sakit. Jadi pasien dalam pelayanan dan tindakan pengobatan yang dilakukan seorang dokter mempunyai hak penuh atas isi dalam rekam medis tersebut.

Isi dari rekam medis nantinya akan diberikan oleh seorang dokter serta bisa juga pihak rumah sakit dalam bentuk suatu ringkasan rekam medis ataupun yang serring kita kenal dengan sebutan resume medis.

Seperti yang ertera di dalam ketentuan sebuah pasal, yaitu pasal 12 ayat 4 Permenkes 269/ 2008 yang di dalamnya dapat diketahui bahwa yang mempunyai hak untuk mendapatkan suatu ringkasan atau rekam medis atau disebut uga resume medis, antara lain :

  1. Pasien
  2. Keluarga pasien
  3. Orang yang tekah diberi kuasa oleh seorang pasien atau bisa keluarga pasien
  4. Orang yang telah mendapatkan persetujuan tertulis dari pasien atau bisa keluarga pasien tersebut.

Jadi diluar semua kategori tersebut rumah sakit tentu saja bisa di tuntut jika terbukti memberikan suatu rekam medis atau data dari rekam medis pasiennya kepada orang yang tidak mempunyai kepentingan atau orang lain.

Bagaimana jika tidak mau memberikan rekam medis ?

Lantas bagaimana seumpama jika sudah dilakukan sebuah permintaan isi dari data rekam medisnya ternayata pihak suatu rumah sakit serta seorang dokter tidak mau untuk memberikannya?

Nah jika memang terjadi hal demikian maka bisa dilakukan mediasi terlebih dahulu dengan jalur musyawarah apakah benar-benar tidak boleh mendapatkan isi rekaman data tersebut atau tidak, jika memang tidak maka pihak pasien ataupun keluarga pasien dapat melakukan suatu upaya-ipaya hukum untuk proses ata langkah selanjutnya.

Hukum yang diantaranya dengan menggugat serta menuntut instansi rumah sakit tersebut baik bisa dilakukan secara perdata ataupun pidana.

Terdapat di dalam sebuah pasal yaitu pasal 32 huruf Q UU No. 44 tahun 2009 tentang rumah sakit) serta mengeluhkan suatu pelayanan sebuah rumah sakit yang tidak sesuai dengan standar service tau pelayanan melalui media masa, seperti koran, TV, media online dengan ketentuan perundang undangan seperti terdapat di dalam pasal 32 huruf r, UU No. 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit.

Nah jadi kesimpulannya data medis atau rekam medis sangat penting gunanya bagi dokter dan juga pasien karena merupakan hal yang sangat fatal jika terjadi kehilangan atau disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Bagi teman teman yang merasa sebagai pasien dan belum bisa mendapatkan suatu informasi atau data mengenai rekam medis bisa meminta kepada dokter yang bersangkutan atau rumah sakit tersebut. Karena itu merupkan hak dari seorang pasien untuk mendapatkan rekam medisnya.

Rahasia Rekam Medis

Sedangkan untuk dokter diharapkan bisa menjaga isi atau data dari rekam medis pasiennya karena jika tidak dapat di bawa ke meja hijau, jika memang penyakitnya tidak bisa diberitahukan kepada pasien alangkah lebih baiknya diberikan kepada orang tua atau keluarga pasien supaya tidak adanya kerahasiaan.

Nah bagi teman teman semoga inormasi ini sangat membantu yah semoga dengan infromasi ini teman teman yang sedang dalam masalah tersebut dapat segera mengetahui tindakan apa yang harus dilakukan karena memang sangat penting untuk mengetahui rekam medis kesehatan kita.

Jika memang teman teman suka dan merasa informasi ini bermanfaat tolong share kepada teman teman semua sehingga makin banyak teman teman yang menerima manfaat dari artikel ini. Jika ada kata kata yang salah kami mohon maaf karena kami hanya manusia biasa, Sekian dari kami, kami undur diri dan terima kasih

Pengacara Medis

Kami sangat mengerti permasalahan yang sedang anda hadapi adalah :

  1. Tidak mengerti hukum dengan baik
  2. Butuh penyelesaian dengan baik
  3. Ketidak tauan prosedur yang baik dan benar
  4. Tidak tau bagaimana membela diri di hadapan pengadilan
  5. Terkadang memerlukan saksi ahli
  6. Tidak mengerti istilah-istilah hukum
  7. Membetulkan dan melengkapi berkas-berkas dokumen sidang
  8. Butuh pendampingan selama pengajuan gugatan sidang
  9. Membutuhkan banyak waktu dan kesabaran selama masa persidangan

Jangan khawatir, Serahkan semua permasalahan anda kepada kami karena :

  1. Perusahaan resmi dan terdaftar di kementrian hukum dan ham sejak tahun 2008
  2. Memiliki kredibilitas legalitas usaha
  3. Memiliki kantor yang jelas alamatnya
  4. Staff ahli yang akan memberikan pendampingan dan pelayanan
  5. Konsultan yang siap melayani konsultasi kapan saja
  6. Bisa dihubungi melalui email, whatsapp, dan telp di jam kerja
  7. Update informasi perkembangan kasus
  8. Lebih dari 1000 client telah menggunakan Klinik Hukum Jangkar sebagai partner

Bagaimana cara konsultasi hukum ?

Cara konsultasi mengenai Rekam Medis merupakan hak siapa bisa datang langsung ke kantor LBH Jangkar atau bisa juga melalui saluran telp kantor kami.

Apabila anda memerlukan bantuan, segera hubungi Klinik Hukum Jangkar  untuk memberikan jasa konsultasi dan pendampingan Rekam Medis merupakan hak siapa atau mengalami masalah :

hibah orang tua terhadap anak

Klinik Hukum dan LBH didirikan pada tanggal 22 mei 2008 dengan komitmen yang kuat dari advokat untuk menyediakan pelayanan terbaik, tercepat dan terpercaya kepada client. Silahkan hubungi :

Customer Service Fauzi SH HP/whatsapp XL: +6287727688883

Customer Service Akhmad SH HP/whatsapp Simpati : +6281290434111

Proses Dokumen Ida SH HP/Whatsapp Simpati : +6281282474443

Customer Service Lukman Azis SH HP/whatsapp XL: +6281289004086

Customer Service ABDURI SH HP/Whatsapp Simpati : +6281281247293

Hukum/Pengadilan Takim HP/Whatsapp XL: +6287784767914

Telp kantor : +622122008353 dan +622122986852

Atau bisa menghubungi kami via :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here