Menu
Biro Jasa Pembuatan Visa – Legalisir Dokument – Perkawinan Campuran -Dan Penerjemah Tersumpah
Jangkar Groups

SYARAT DAN PROSEDUR WNA YANG INGIN ADOPSI WNI

  • Bagikan
syarat dan prosedur WNA yang ingin adopsi wni 

Adopsi atau biasa di sebut juga dengan pengangkatan anak ialah suatu perbuatan atau tindakan hukum yang mengalihkan anak dari lingkungan wali, orang tua yang sah atau orang lain yang mempunyai tanggung jawab atas pendidikan, perawatan, dan membesarkan anak tersebut sampai besar, ke dalam keluarga angat/ orang tua angkat.

 

Pengangkatan anak pada dasarnya terdiri dari :

  1. Pengangkatan anak WNI (Warga Negara Indonesia)
  2. Pengangkatan anak warga negara Asing atau WNA dengan Warga Negara Indonesia ataupun bisa sebaliknya.

 

Untuk poin kedua yaitu pengangkatan anak antara WNA dengan WNI atau sebaliknya ini di bagi menjadi :

 

  1. Pengangkatan anak WNA yang ada di Indonesia oleh WNI dan
  2. Pengangkatan anak WNI oleh WNA

 

Sebenanrnya kejadian pengangkatan anak WNI (Warga Negara Indonesia) oleh WNA (Warga Negara Asing) hanya dapat dilakukan sebagai bentuk upaya terakhir. Jadi kalau bisa pengangkatan anak Indonesia harusnya dilakukan oleh Warga Negara Indonesia juga.

 

Untuk pengangkatan anak WNI (Warga Negara Indonesia) oleh WNA (Warga Negara Asing) ini bisa dilakukan hanya melalui putusan dari pengadilan. Sedangkan untuk syarat anak yang akan di angkat dan uga prosedur dari penagngkatan anak melalui putusan pengadilan oleh Warga Negara Asing (WNA) ini pada dasarnya sama saa dengan prosedur pengangkatan anak oleh WNI.

 

Persyaratan Adopsi Anak

Namun, sebenarnya ada syarat tambahan untuk pengangkatan anak WNI (Warga Negara Indonesia) oleh WNA (Warga Negara Asing), yaitu harus memenuhi beberapa syarat, diantaranya :

 

  1. sudah memperoleh izin yang tertulis dari pemerintah negara asal pemohon yang mealui kedutaan ataupun perwakilan dari negara pemohon yang ada di Negara Indonesia.
  2. Sudah memperoleh izin secara tertulis dari menteri
  3. Harus melalui suatu lembaga pengasuhan anak.

 

Nah, adapun syarat bagi calon orang tua angkat yang dalam artian syarat untuk WNA (Warga Negara Asing) untuk dapat mengadopsi anak antara lain :

 

  1. Sehat secara jasmani dan juga rohani
  2. Memiliki umur atau usia paling rendah 3o tahun dan paling tua di umur 55 tahun
  3. Mempunyai agama yang sama dengan agama yang dimilik oleh calon anak angkat
  4. Memiliki kelakuan baik dan juga tidak pernah mempunyai kasus hukum karena tindak kejahatan
  5. Mempunyai kasus pernikahan paling cepat 5 tahun
  6. Bukan pasangan sejenis atau penyuka sejenis
  7. Hanya memiliki maksimal 1 orang anak atau tidak mempunyai anak sama sekali
  8. Mempunyai ekonomi dan sosial yang mempuni
  9. Mempunyai izin dan persetujuan dari anak, orang tua, atau wali
  10. Diwajibkan membuat pernyataan tertulis yang menerangkan bahwa pengangkatan atau adopsi anak adalah demi kepentingan terbaik untuk sang anak, perlindungan dan kesejahteraan anak
  11. Terdapat laporan sosial yang berasal dari pekerja sosial setempat
  12. Dalam waktu 6 bulan pertama telah mengasuh calon anak angkat sejak izin mengasuh di berikan
  13. Memperoleh izin dari kepala instansi sosial atau menteri

 

Selain memenuhi syarat syarat yang terdapat di atas, sebagai calon orang tua angkat Warga Negara Asing (WNA) juga diwajibkan memenuhi syarat antara lain :

 

  1. Dalam waktu 2 tahun telah tinggal di Indonesia
  2. Sudah mendapat persetujuan secara tertulis dari pemerintah negara si pemohon
  3. Rutin membuat surat pernyataan yang melaporkan perkembangan anak kepada kementrian Luar Negeri RI melalui Perwakilan RI (Republik Indonesia) setempat.

Bagi WNA yang telah memenuhi persyaratan untuk melakukan permohonan pengangkatan anak diajukan ke pengadilan untuk mendapatkan putusan pengadilan serta harus dilaksanakan bertempat di Indonesia. Dalam proses perizinan pengangkatan anak, Menteri dibantu oleh Team Pertimbangan, yaitu team yang dibuat oleh Menteri, yang bekerja memberi alasan dalam mendapatkan izin pengangkatan anak serta beranggotakan perwakilan dari lembaga yang berkaitan.

 

PIPA

Team Pertimbangan Izin Pengangkatan Anak (“Tim PIPA”) ini ialah satu wadah pertemuan pengaturan lintas Lembaga untuk memberi alasan pada Menteri untuk pemberian izin pengangkatan anak yang dikerjakan di antara WNI dengan WNA atau pada Gubernur untuk pemberian izin pengangkatan anak yang dikerjakan antar WNI, yang diadakan dengan komperhensif serta terintegrasi.

 

Ada pula keharusan lain yang harus dipatuhi oleh orangtua angkat WNA, yaitu orangtua angkat harus memberikan laporan perubahan anak pada Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia lewat Perwakilan Republik Indonesia ditempat paling singkat sekali dalam 1 (satu) tahun, s/d anak berumur 18 (delapan belas) tahun.

 

Tata Langkah Pengangkatan Anak WNI oleh WN

 

  1. Calon Orang Tua Angkat (“COTA”) ajukan permintaan izin pengasuhan anak pada Menteri Sosial di atas kertas bermaterai cukup hanya menyertakan semua kriteria administratif Calon Anak Angkat (“CAA”) serta COTA;
  2. Menteri c.q. Direktur Service Sosial Anak memberikan tugas Pekerja Sosial Lembaga Sosial untuk lakukan penilaian kelayakan COTA dengan dikerjakan kunjungan rumah pada keluarga COTA;
  3. Direktur Service Sosial Anak atas nama Menteri Sosial c.q. Direktur Jenderal Service serta Rehabilitasi Sosial keluarkan Surat Ketetapan Izin Pengasuhan Anak Sesaat pada COTA lewat Instansi Pengasuhan Anak;
  4. penyerahan anak dari Instansi Pengasuhan Anak pada COTA;
  5. tuntunan serta pengawasan dari Pekerja Sosial sepanjang pengasuhan sesaat;
  6. COTA ajukan permintaan izin pengangkatan anak dibarengi pengakuan tentang motivasi pengangkatan anak pada Menteri Sosial di kertas bermaterai cukup;
  7. kunjungan rumah oleh Pekerja Sosial Kementerian Sosial serta Instansi Pengasuhan Anak untuk tahu perubahan CAA sepanjang diasuh COTA;
  8. Direktur Service Sosial Anak mengulas hasil penilaian kelayakan COTA, serta mengecek dan mempelajari berkas/dokumen permintaan pengangkatan anak dalam Team PIPA;
  9. diterbitkannya Surat referensi dari Team PIPA mengenai perizinan alasan pengangkatan anak;
  10. Menteri Sosial c.q. Direktur Jenderal Service serta Rehabilitasi Sosial keluarkan Surat Izin pengangkatan anak untuk untuk diputuskan di pengadilan;
  11. jika permintaan pengangkatan anak tidak diterima karena itu anak akan dikembalikan pada orangtua kandung/ wali yang resmi/kerabat, Instansi Pengasuhan Anak, atau pengasuhan pilihan lain sesuai kebutuhan paling baik buat anak;
  12. sesudah terbitnya penentuan pengadilan serta selesainya proses pengangkatan anak, COTA melapor serta mengemukakan salinan itu ke Kementerian Sosial; serta
  13. Kementerian Sosial mencatat serta mendokumentasikan pengangkatan anak itu.

 

Hukum Islam:

Dalam hukum Islam, pengangkatan anak tidak akan membawa suatu akibat hukum dalam hal jalinan darah, jalinan wali-mewali serta jalinan waris mewaris dengan orangtua angkat. Dia masih jadi pakar waris dari orangtua kandungnya serta anak itu masih menggunakan nama dari ayah kandungnya (M. Budiarto, S.H, Pengangkatan Anak Dilihat Dari Sisi hukum, AKAPRESS, 1991).

 

Ketentuan Perundang-undangan:

 

Dalam Staatblaad 1917 No. 129, mengatakan akiba hukum dari pengangkatan anak ialah anak itu dengan hukum mendapatkan nama dari bapak angkat, jadi anak yang dilahirkan dari perkawinan orangtua angkat serta jadi pakar waris orangtua angkat. Berarti, karena pengangkatan itu karena itu terputus semua jalinan perdata, yang berpangkal pada keturunan sebab kelahiran, yakni di antara orangtua kandung serta anak itu.

 

Agama Calon Anak Angkat serta Calon Orang Tua Angkat

Hal penting yang kira-kira butuh kami berikan masalah pengangkatan anak oleh WNA ini ialah masalah masalah agama. Calon orangtua angkat harus satu agama dengan agama yang diyakini oleh calon anak angkat.Keterangan selanjutnya bisa Anda baca dalam artikel Bolehkah Mengusung Anak yang Berlainan Agama?

 

Contoh Masalah Permintaan Pengangkatan Anak oleh WNA

Walau tidak dipenuhi oleh hakim, paling tidak sudah pernah ada contoh masalah pengangkatan anak yang sudah pernah dimohonkan oleh seseorang WNA. Dalam Putusan Pengadilan Negeri Mungkid Nomer 62/Pdt. P/2010/PN. Mkd diketahui pemohon ialah masyarakat negara Singapura berumur 45 tahun yang sudah lama tinggal di Indonesia untuk kerja. Pemohon belum menikah, tetapi Pemohon benar-benar mengidamkan kedatangan seseorang anak dalam kehidupannya.

 

Walau Pemohon sudah tunjukkan bukti-bukti serta saksi untuk kepentingan ketentuan pengangkatan anak, tetapi menurut pengadilan pemohon belum penuhi kriteria yang dipastikan, diantaranya yakni ketentuan harus telah menikah paling singkat 5 (lima) tahun. Selain itu, pengangkatan anak oleh orangtua tunggal cuma bisa dikerjakan oleh pemohon yang berwarganegara Indonesia. Dengan pertimbangan-pertimbangan itu, karena itu pengadilan menampik permintaan pengangkatan anak oleh pemohon.

 

Pengacara Anak

Kami sangat mengerti permasalahan yang sedang anda hadapi adalah :

  1. Tidak mengerti hukum dengan baik
  2. Butuh penyelesaian dengan baik
  3. Ketidak tauan prosedur yang baik dan benar
  4. Tidak tau bagaimana membela diri di hadapan pengadilan
  5. Terkadang memerlukan saksi ahli
  6. Tidak mengerti istilah-istilah hukum
  7. Membetulkan dan melengkapi berkas-berkas dokumen sidang
  8. Butuh pendampingan selama pengajuan gugatan sidang
  9. Membutuhkan banyak waktu dan kesabaran selama masa persidangan

 

Jangan khawatir, Serahkan semua permasalahan anda kepada kami karena :

  1. Perusahaan resmi dan terdaftar di kementrian hukum dan ham sejak tahun 2008
  2. Memiliki kredibilitas legalitas usaha
  3. Memiliki kantor yang jelas alamatnya
  4. Staff ahli yang akan memberikan pendampingan dan pelayanan
  5. Konsultan yang siap melayani konsultasi kapan saja
  6. Bisa dihubungi melalui email, whatsapp, dan telp di jam kerja
  7. Update informasi perkembangan kasus
  8. Lebih dari 1000 client telah menggunakan Klinik Hukum Jangkar sebagai partner

 

Bagaimana cara konsultasi hukum ?

 

Cara konsultasi mengenai diversi untuk kejahatan seorang anak bisa datang langsung ke kantor LBH Jangkar atau bisa juga melalui saluran telp kantor kami.

Apabila anda memerlukan bantuan, segera hubungi Klinik Hukum Jangkar  untuk memberikan jasa konsultasi dan pendampingan syarat dan prosedur WNA yang ingin adopsi wni :

 

hibah orang tua terhadap anak

 

Hubungi Kami Untuk Info Dan Pemesanan

 

 

Klinik Hukum didirikan pada tanggal 22 mei 2008 dengan komitmen yang kuat dari karyawan dan kreativitas untuk menyediakan pelayanan terbaik, tercepat dan terpercaya kepada pelanggan. Silahkan hubungi :

 

Customer Service Fauzi SH HP/whatsapp XL: +6287727688883

Customer Service Akhmad SH HP/whatsapp Simpati : +6281290434111

Proses Dokumen Ida SH HP/Whatsapp Simpati : +6281282474443

Hukum/Pengadilan Takim HP/Whatsapp XL: +6287784767914

Telp kantor : +622122008353 dan +622122986852

 

Kunjungi Media Sosial Kami :

 

 

Atau bisa menghubungi kami via :

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »