Beranda Hukum Syarat Jual Beli Tanah yang Bisa Dijadikan Patokan Dasar!

Syarat Jual Beli Tanah yang Bisa Dijadikan Patokan Dasar!

Syarat Jual Beli Tanah yang Bisa Dijadikan Patokan Dasar Mohan Se

Kegiatan jual beli tanah sekarang menjadi ramai, karena termasuk investasi jangka panjang paling menguntungkan. Nilai tanah yang naik setiap tahunnya menjadi pilihan investasi banyak orang. Jika seseorang punya tanah di suatu tempat walaupun tanpa bangunan. Mereka merasa aman sebab mempunyai harta tidak bergerak untuk dipergunakan berbisnis. Terlebih lagi munculnya anggapan jika mempunyai tanah berarti orang kaya dengan prestige tinggi.

Bisnis jual beli tanah sekarang begitu pesat dimana pemilik dapat menjual kembali sebagian lahan pribadi untuk mendapatkan keuntungan. Dahulu tanah area pedesaan seperti kaki bukit atau pinggiran kota kurang laku sebab dianggap tidak strategis. Selain sepi pendatang, tanah area tersebut sulit dijangkau transportasi umum apalagi dipergunakan bisnis kembali.

Bisnis Properti

Pertimbangan tersebut tidaklah berlaku di zaman sekarang. Lahan dekat pedesaan diburu investor apalagi calon pembisnis properti untuk dijadikan area perumahan baru. Pasalnya perkembangan penduduk sekaligus kebutuhannya selalu meningkat seperti keinginan membeli rumah. Itulah alasan kenapa jual beli tanah kian marak dimana masyarakat berusaha membeli lahan kosong untuk investasi masa depan.

Bahkan untuk daerah-daerah yang memiliki kekayaan alam berupa spot pemandangan yang bagus menjadi incaran para pemilik modal untuk berinvestasi villa baik sebagai tempat hunian atau untuk disewakan kembali. Disamping sebagai aset jangka panjang hal ini juga berpotensi untuk menambah pundi pundi harta mereka.

Menurut UUPA (Undang-Undang Pokok Agraria), kegiatan jual beli tanah merupakan proses peralihan hak kepemilikan penjual diserahkan kepada pembeli. Dengan memakai prinsip terang tunai, kegiatan tersebut berlangsung aman. Terang tunai adalah transaksi tanah yang berlangsung dihadapan pejabat umum selaku saksi resmi serta dibayarkan tunai. Sementara syaratnya akan dijelaskan sebagai berikut!

Melengkapi Data Dokumen Penjual dan Pembeli

Transaksi jual beli tanah wajib menyertakan syarat dokumen lengkap sebagai bukti resmi. Jika tanpa dokumen tersebut, ditakutkan muncul masalah tidak terduga seperti sengketa tanah, pemalsuan, hingga penipuan pihak tertentu. Andapun bisa mengecek kelengkapan data perorangan apabila ingin menjual bahkan membeli lahan baru.

Bagi penjual diperlukan berbagai berkas penting seperti fotokopi KTP beserta menunjukkan dokumen asli sebagai formalitas. KK (Kartu Keluarga) turut dibawa sebagai bukti penjual tersebut memang sudah bekeluarga atau masih menumpang orang tua. Berkas terkait tanah seperti sertifikat atau akta harus disertakan seperti SHM, SHG, atau Sertifikat Hak Guna Usaha.

Bukti pembayaran PBB wajib dicantumkan karena pemilik tanah memiliki kewajiban hukum untuk membayarkan pajak tersebut. Perlihatkan dokumen lain seperti NPWP, keterangan WNI ataupun WNA. Bukti persetujuan anggota keluarga termasuk suami, istri bahkan anak jika penjual sudah menikah. Apabila anggota keluarga tersebut telah meninggal maka akta kematian dibawa sebagai bukti lainnya.

Berkas pembeli tanah lebih sederhana diantaranya fotokopi identitas diri seperti KTP, KK, surat nikah serta NPWP merupakan data utama. Namun Anda sebaiknya bertanya dahulu kepada penjual mengenai syarat tambahan lain. Terkadang pemilik tanah bersikap ketat untuk menghindari penipuan pembeli dengan meminta syarat khusus dan wajib menunjukkan dokumen asli.

Pembuatan AJB dan Pembuatan Sertifikat Tanah Baru

Jual beli merupakan proses peralihan sesuatu dari seseorang kepada pihak lain. Dalam jual beli tanah tentunya juga harus ada pihak penjual, pihak pembeli dan tanah itu sendiri. AJB (Akta Jual Beli) merupakan syarat agar suatu tanah bisa dilakukan proses balik nama. Syarat selanjutnya adalah pembuatan AJB tepatnya di kantor PPAT. Petugas PPAT melakukan pemeriksaan dahulu mengenai keaslian dan keabsahan sertifikat tanah. Dokumen tersebut diserahkan kepada kepada Kantor Pertanahan untuk melalui tahapan khusus. Pembuatan AJB sendiri harus melibatkan penjual serta pembeli tanah sekaligus saksi mereka.

Pihak PPAT akan meminta data-data berikut sebelum dilakukan pembuatan AJB atau proses jual beli tanah, jadi pastikan lengkapi berkas-berkas yang biasanya diminta. Kalaupun nantinya tidak semua diminta, setdaknya kita sudah memliki dokumen tersebut.

  1. Bukti Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) 5 tahun terakhir
  2. Sertfikat tanah asli untuk perivikasi
  3. Izin Mendirikan Bangunan jika ada
  4. Bukti pembayaran telepon, air dan listrik bila ada
  5. Surat roya dari Bank jika masih ada tanggungan (hipotok)

Orang yang terlibat memiliki surat kuasa berdasarkan keputusan secara tertulis. Adapun saksi transaksi jual beli tanah setidaknya berjumlah dua orang, semakin banyak lebih baik. Petugas PPAT akan membacakan akta tanah untuk dipertimbangkan kembali oleh pembeli. Jika pembeli setuju, akta tersebut ditandatangi oleh seluruh hadiri termasuk saksi.

Apabila syarat AJB berhasil dibuat, petugas PPAT memasukkan berkas tersebut ke Kantor Pertanahan. Pemenuhan syarat terakhir adalah pembalikan nama sertifikat kepemilikan tanah penjual ke pembeli. Penyerahan harus dilakukan sekurangnya 7 hari sejak penandatanganan akta tersebut. Jangan sampai terlambat jika tidak ingin terjadi masalah serius bahkan kegagalan pembalikan nama sertifikat.

Balik Nama Akta Tanah

Untuk pembalikan nama akta tanah harus memenuhi syarat dokumen lagi. Data-data tersebut baik dari pihak penjual maupun dari pihak pembeli.Adapun beberapa contohnya yaitu:

  1. Pihak Penjual harus mempersiapkan dokumen berikut
  • Fotokopi Kartu Identitas (KTP) suami dan istri
  • Kartu keluarga
  • Surat Nikah jika yang bersangkutan sudah berkeluarga
  • Sertifikat asli baik itu Sertifikat hak milik, HGB, Hak Guna Usaha
  • Akta Notaris
  • NPWP
  • Fotokopi Keterengan Kewarganegaraan indonesia
  • Surat bukti persetujuan dari suami-istri (Bagi yang sudah menikah)
  • Akta kematian, jika salah satu suami atau istri ada yang sudah meninggal
  • Surat Penetapan atau Akta pembagian harta bersama bagi yang sudah bercerai.

 

  1. Pihak Pembeli dokumen yang harus ada
  • Fotokopi Kartu Identitas (KTP) suami dan istri
  • Kartu Keluarga (KK)
  • Surat nikah jika ada
  • NPWP

Perhitungan BPHT

Akta jual beli dikeluarkan PPAT, surat permohonan balik nama, dokumen Hak Atas Tanah, Fotokopi KTP penjual maupun pembeli. Bukti lunas pembayaran BPHT serta PPh juga wajib dicantumkan. Ketentuan mengenai BPHT dan PPh adalah sebagai berikut:

Pajak Pembeli (BPHTB) = (NJOP/ Harga Jual-Nilai Tidak Kena Pajak) dikali (X) 5%

Pajak Penjual (PPh) = NJOP (Harga Jual dikali (X) 5%

NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) yaitu rata-rata yang dipeoleh dari transaksi jual beli yang terjadi secara wajar. Untuk PPHB dan PPh biasanya dapat dibayarkan melalui bank atau Kantor Pos. Jika PPHB dan PPh belum lunas terbayarkan maka akta belum bisa dibuatkan. Langkah terakhir mengirimkan kumpulan berkas ke Kantor Pertahanan. Jika masih belum paham mengenai proses ini bisa dikonsultasikan kepada pihak PPAT.

Sebelum melakukan transaksi jual beli tanah, baik penjual maupun pembeli wajib teliti. Ikuti seluruh syarat pemberkasan sesuai penjelasan diatas sampai mendapatkan AJB. Apabila bukti AJB telah didapatkan maka pembalikan nama sertifikat tanah menjadi lebih gampang. Tanyakan kepada petugas kantor Pertahanan terdekat yang mengurus balik nama untuk informasi selengkapnya.

Pengacara Pertanahan

Kami sangat mengerti permasalahan yang sedang anda hadapi adalah :

  1. Tidak mengerti hukum dengan baik
  2. Butuh penyelesaian dengan baik
  3. Ketidak tauan prosedur yang baik dan benar
  4. Tidak tau bagaimana membela diri di hadapan pengadilan
  5. Terkadang memerlukan saksi ahli
  6. Tidak mengerti istilah-istilah hukum
  7. Membetulkan dan melengkapi berkas-berkas dokumen sidang
  8. Butuh pendampingan selama pengajuan gugatan sidang
  9. Membutuhkan banyak waktu dan kesabaran selama masa persidangan

Jangan khawatir, Serahkan semua permasalahan anda kepada kami karena :

  1. Perusahaan resmi dan terdaftar di kementrian hukum dan ham sejak tahun 2008
  2. Memiliki kredibilitas legalitas usaha
  3. Memiliki kantor yang jelas alamatnya
  4. Staff ahli yang akan memberikan pendampingan dan pelayanan
  5. Konsultan yang siap melayani konsultasi kapan saja
  6. Bisa dihubungi melalui email, whatsapp, dan telp di jam kerja
  7. Update informasi perkembangan kasus
  8. Lebih dari 1000 client telah menggunakan Klinik Hukum Jangkar sebagai partner

Bagaimana cara konsultasi hukum ?

Cara konsultasi mengenai hukum Jual Beli Tanah bisa datang langsung ke kantor LBH Jangkar atau bisa juga melalui saluran telp kantor kami.

Apabila anda memerlukan bantuan, segera hubungi Klinik Hukum Jangkar  untuk memberikan jasa konsultasi dan pendampingan Jual Beli Tanah atau mengalami masalah :

perbedaan buku tanah dan sertifikat tanah di indonesia

tips mengurus surat akta tanah

tips ampuh tangani sengketa pertanahan tanpa pengadilan

belajar dasar hukum dan peraturan tanah adat di indonesia

jenis dan penyebab tanah yang berhak dikuasai negara

syarat serta prosedur jual beli tanah di indonesia

hukum tanah swapraja dengan hak pemerintahan khusus

jangan main-main pidana masalah tanah

permintaan keberatan untuk mengganti kerugian dari pengadaan tanah

resiko menjual tanah tanpa disertai sertifikat tanah yang sah

sengketa tanah momok bagi bisnis properti di indonesia

proses balik nama sertifikat tanah

permohonan peralihan hak atas tanah 

hukum agraria indonesia beginilah dasar dan ruang lingkupnya

Klinik Hukum dan LBH didirikan pada tanggal 22 mei 2008 dengan komitmen yang kuat dari advokat untuk menyediakan pelayanan terbaik, tercepat dan terpercaya kepada client. Silahkan hubungi :

Customer Service Fauzi HP/whatsapp XL: +6287727688883

Customer Service Slamet HP/whatsapp XL :+6287776370033

Customer Service Akhmad HP/whatsapp Simpati : +6281290434111

Customer Service Lukman Azis, SH HP/whatsapp XL: +6281289004086

Proses Dokumen Ida HP/Whatsapp Simpati : +6281282474443

Hukum/Pengadilan Takim HP/Whatsapp XL: +6287784767914

Pickup Document Yatno HP/Whatsapp XL : +6287727356800

Complain HP/Whatsapp Simpati : +6281386251161

Telp kantor : +622122008353 dan +622122986852

Atau bisa menghubungi kami via :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here