X
    Categories: Bisnis

UMRAH LAILATUL QODAR DI MASJID HAROM

Setelah 9 jam perjalanan umroh dari madinah ke makkah, Jamaah pun di pisah karena saya, bapak, ibu, afif dan ustad ihsan towaf di lantai 2 khusus difabel (memakai kursi roda). Kami akan melaksanakan Umrah lailatul qodar di masjid harom makkah. Ustadz ihsan membawa bapak saya memakai kursi roda dan saya membawa ibu saya sendiri dengan kursi roda.

Umrah lailatul qodar di masjid harom makkah

Kami melalui pintu masuk king abdul aziz

Untuk jamaah safar arroyan travelindo yang sehat di pimpin oleh pak Doktor Soeroso untuk towaf di lantai satu deket baitullah.Start towaf di mulai dengan tanda lampu hijau.

Sebelum towaf kami melakukan sholat sunah towaf dan setelah itu barulah kami lari towaf mengelilingi baitullah selama 7 kali putaran.

Walaupun kondisi belum sahur dan berpuasa, kami semangat untuk menyelesaikan towaf dengan baik.

Sofa Marwa

Setelah towaf 7 putaran, kami pun langsung menuju tempat sai yang berada di area baitullah yaitu bukit sofa dan marwa. Jalur khusus difabel dan jalur untuk orang sehat itu terpisah sehingga kursi roda bisa lancer melakukan sai. Jika anda lemah, bisa menggunakan jasa dorong kursi roda. Ciri-ciri petugasnya mengenakan rompi dan ada nomer punggungnya.

Untuk menggunakan jasa dorong kursi roda, silahkan anda tawar langsung dengan petugas karena mereka mematok harga di bulan ramadhan dan haji sangat mahal. Siapkan dana sekitar 200-300 real untuk melakukan towaf dan sai.

Tahalul

Selesai sai, kami berdoa di bukit marwa dan kami melakukan potong rambut (tahalul) sebagai tanda bahwa kami sudah selesai melakukan proses towaf dan sai. Saya bawa ibu saya dan pak Afif membawa bapak saya keluar dari pintu marwa dengan mengikuti jalan samping masjid melalui pintu king abdul aziz sementara ustadz ihsan kecapekan dan tidur di masjidil harom.

Ketika kami sampai di hotel durrat alhud-hud, kami tidak bisa masuk hotel dikarenakan ustadz ihsan baru ngasih dp 2.000 real dan masih kurang 15.000 real lagi. Kata pihak hotel hanya bisa diambil satu kunci saja dulu sesuai dengan permintaan ustadz ihsan.

Negosiasi dengan management hotel

Saya dan Dr Soeroyo pun kebingungan dan negosiasi ke pihak hotel bahwa hotel pasti di bayar sama ustadz ihsan karena ustadz ihsan masih di masjidil harom. Dengan negosiasi yang a lot ahirnya pihak hotel memberikan 3 kunci kamar sampil berpesan : Setelah sholat ashar harus sudah lunas dan kalau tidak lunas maka pihak hotel akan mengusir jamaah umroh safar arroyyan travelindo.

Kamipun menyetujui permintaan dari pihak hotel dan pak doctor menghubungi pemilik safar arroyyan travelindo,, ibu listifah agar segera melunasi hutang hotel. Sampai jam 3 sore ibu latifah belum mentransfer uang pembayaran hotel dan kami pun berunding daripada terusir maka satu kamar patungan 5.000 real untuk menutupi sisa kekurangan hotel.

Modus pinjam duit buat bayar hotel

Saya minta kepastian dari doctor karena pihak safar arroyyan travelindo sudah punya hutang 1iket 15 juta ke fauzi dan hutang tiket 20 juta dari pak khairul sampai sekarang belum di bayar. Jangan-jangan nanri hutang hotel ini pun tidak di bayar sama ibu listifah. Pak Doktor pun menjadi jaminan bahwa dia yang akan menanggung hutang jika pihak safar arroyan tidak mau bayar.

Dengan bismillah, saya ahirnya memberikan uang pinjaman hutang hotel 5.000 dan pak khairul 5.000. Uang sisa hotelpun langsung di bayarkan ke receptionis hotel. Alhamdulillah, agak lega karena kita bisa menginap di hotel sehingga kami tidak jadi tidur di jalanan akibat kecerobohan pihak travel yang tidak professional.

Lailatul Qodar

Takjub saya melihat orang-orang dari seluruh dunia berbondong-bondong datang menjelang malam lailatul qodar. Jalan raya penuh dengan orang-orang yang terlambat datang ke masjid lebih awal untuk sholat wajib. Jumlahnya melebihi kapasitas masjid nabawi madinah.

Untuk bisa sholat di masjidil harom makkah, kita harus datang 2 jam sebelum waktu sholat datang karena banyak orang yang beritikaf di masjid hanya untuk mendapatkan posisi sholat yang di inginkan dan berada di barisan terdepan.  Subhanallah… mereka berlomba-lomba mendapatkan shof yang nyaman karena kalau kita menghalangi jalan, maka petugas akan mengusir kita.

Ya Allah… maafkan hambamu yang senantiasa terlambat sholat waktu di Indonesia. Maafkan hambamu yang tidak pernah menyegerakan waktu sholat karena malas untuk melangkahkan kaki ke masjid ataupun musholla yang terdekat sekitar rumah saya. Ampunilah hambamu ini ya Allah…

Semangat ke masjid

Saya menyaksikan sendiri banyak orang yang mampu pergi ke tanah suci, rela bedesak-desakan untuk bisa memasuki baitullah. Mereka menangis, meratap dan berdoa untuk dibebaskan dari api neraka, mereka memohon supaya anak keturunannya bisa berziarah ketanah suci, dibebaskan dari siksa api neraka dan bisa mendapatkan syafaat nabi Muhammad saw.

Diri ini sangatlah kecil ditengah jutaan orang bertowaf di baitullah, saya belajar untuk sabar sambil memutari kakbah demi mendekat ke hajar aswad dan multazam. Gemuruh suara jutaan manusia berdoa dan memuji namaMu yang maha besar.

Multazam

Dorong sana, dorong sini demi bergeser menuju multazam, semprotan air petugas baitullah untuk mendinginkan kami yang tengah berdesak-desakan berebut tempat mustajabah, sebuah tempat dimana doa pasti dikabulkan oleh Allah SWT. Alhamdulillah saya bisa memasuki multazam dan berdoa.

Diantara doa yang saya minta adalah : anak keturunan saya bisa berangkat haji dengan selamat dan menjadi anak-anak yang sholeh dan sholehah sehingga bisa senantiasa mendoakan kedua orang tuanya dan menjadi ladang amal jariah. Anak keturunan kami supaya terhindar dari siksa api neraka dan mendafapkan syafaat dari baginda nabi Muhammad saw.

Izinkan kami memiliki rumah untuk melindungi anak istri saya dan saya meminta supaya PT Jangkar Global Groups semakin tumbuh besar sehingga bisa membawa semua staff PT Jangkar Global Groups pergi ke tanah suci dengan gratis.

Menulis nama anak di kiswah

Saya tuliskan semua nama-nama anak saya di kiswah dengan harapan anak-anakku bisa di undang menjadi tamu Allah dan mengikuti jejak ayahnya pergi ke tanah suci, Setelah saya puas berdoa di multazam, saya merangsek ke pinggiran kakbah demi mencium hajar aswad. Perlahan tapi pasti, dorongan depan dan belakang berebut hanya untuk bisa mencium hajar aswad.

Sebuah perjuangan yang sangat luar biasa di tengah jutaan orang yang mempunyai cita-cita yang sama yaitu mencium hajar aswad. Saya teringat sama kedua orang tua saya, yang tidak pernah saya cium pipi mereka dengan penuh kasih sayang.

Mencium Hajar Aswad

Ya allah…. Maafkan hambamu yang lalai dan jarang mencium pipi ibundaku tercinta yang dengan susah payah mengandungku, setelah saya dewasa pun saya jarang hadir ke indramayu hanya untuk mencium telapak kaki syurga. Saya terlalu sibuk cari harta di Jakarta, lupa bahwa hajar aswad itu selalu ada di dalam rumahku sendiri, Maafkan aku ya rabb…

Tak terasa linangan air mata menetes di pipi dan air mata ini menetes jatuh di rumah allah swt dan tiba-tiba keajaiban datang, saya terangkat akibat desakan orang besar dan saya bisa meraih hajar aswad serta mencium bau wangi syurga. Subhanallah….

Thanks to Allah

Terimakasih ya allah… engkau telah menampar wajahku dengan penuh kasih sayang dan saya berjanji akan selalu mencium pipi kedua orang tuaku dan pipi anak istriku karena mereka adalah taman-taman syurga yang ada di dalam rumah tanggaku. Mereka adalah hajar aswad yang sangat dekat yang harus saya sayangi sepenuh hati.

Dalam sujudku menghadap baitullah, aku berdoa : izinkan hambamu dan anak keturunanku untuk datang kembali ke tanah suci dengan mudah dan datang berkali-kali. Sejahterakanlah kami supaya kami bisa membawa orang-orang yang telah membantu kami dalam mencari harta itu ikut merasakan nikmatnya iman islam dan kebesaran Allah SWT

Bagikan yuk!