X

UMROH RAMADHAN SAFAR ARROYAN TRAVELINDO

Kisah Umroh Ramadhan Safar Arroyan Travelindo dimulai ketika teman kuliah hukum saya, yang bernama Makhdumi Ihsan Zakaria, S.H datang ke kantor saya dan menawarkan Umroh Ramadhan selama 30 hari di tanah suci.

Umroh Ramadhan Safar Arroyan Travelindo

Entah mengapa tiba-tiba kerinduan ku terhadap Baginda Nabi Muhammmad SAW datang menghampiriku. Jujur saja waktu saya bisnis pengiriman TKW ke Saudi, saya hanya numpang lewat di Makkah dan Madinah karena focus jualan TKW, padahal masjid Nabawi dan Baitullah sering saya lewati.

Ustadz KH. HM. Makhdumi Ikhsan, SH menawarkan kepada saya berangkat Umroh Ramadhan Safar Arroyan Travelindo ke tanah suci bersama dia. Awalnya saya ragu karena dia cerita di tipu sama temannya waktu membawa jamaah ke saudi.

Kata Ihsan hotelnya belum di bayar sama temannya sesama mukimin Saudi sehingga dia harus berhutang ke teman-temannya di Saudi senilai ratusan juta rupiah akibat tertipu teman sendiri yang bernama Ali dan Ihsan menjanjikan Umroh Ramadhan Safar Arroyan Travelindo ini rapih.

Terbayang dalam kenangan, tiba-tiba kangen pengen bawa kedua orang tuaku ke tanah suci. Ingin bertaubat karena harta hasil penjualan tkw habis tidak bersisa dan masih harus menanggung hutang di bank yang nilainya tidak sedikit.

Bangkit dari keterpurukan

Alhamdulillah berkat semangat yang tinggi dan mengenal dunia digital, saya bangkit kembali dengan bidang usaha yang berbeda dan Alhamdulillah hutang lunas, kami bisa punya kantor sendiri walaupun masih sewa di Jakarta.

Rasa kangen terhadap Baginda Nabi Muhammad membuat saya menggebu-gebu ingin membawa ibuku kembali ke tanah suci lewat program Umroh Ramadhan Safar Arroyan Travelindo. Alhamdulillah dari hasil pengiriman TKW saya bisa memberangkatkan Ibadah haji Ibu dan ayahandaku.

Nazar menghajikan kedua orang tua

Nazarku adalah tidak akan menikah sebelum memberangkatkan ibadah haji untuk kedua orant tuaku tercinta. Setelah saya kaya raya akibat pengiriman TKW, saya lupa diri dan selalu harta dan benda yang di cari sampai lupa untuk membeli rumah di Jakarta dan lupa berangkat haji bersama istri tercinta.

Ketika allah turun peringatan untuk saya, semua harta saya habis tak tersisa. Bahkan kantor saya yang besar pun dilanca banjir besar di Jakarta dan di indramayu. Semuanya habis di terjang banjir. Ya, itulah ujian harta dan ujian keimanan bahwa harta hanya sementara dan bisa pergi dalam sekejap mata.

Kini saya bangkit perlahan-lahan dan memiliki harta, saya kembali ingin bersyukur dan bertaubat di tanah suci bersama kedua orang tua saya. Keputusan mantap pun saya ambil untuk berangkat bertiga mengikuti Umroh Ramadhan Safar Arroyan Travelindo. Ini hadiah dari Allah SWT terhadap kerja keras Staff PT Jangkar Global Groups.

Proses Pasport

Saya dan ihsan pun mulai proses sidik jari di vfs tasheel sambil menunggu proses passport kedua orang tua saya.

Awalnya rekom passport dari PT Nipindo bukan dari PT Safar Arroyan Travellindo dan saya pun mengundang kedua orang tua saya dari indramayu untuk proses paspor di Imigrasi Jakarta Selatan.

Setelah proses passport selesai, saya serahkan DP 60 juta untuk pembelian ticket pesawat Saudi Arabian airlines dan janji ustadz ihsan umroh ramadhan safar arroyan travelindo tidak jauh dari masjid nabawi dan deket dengan baitullah di makkah. Kita sekamar berempat : Kedua orang tua, saya, dan ustadz ihsan.

Silaturohmi ke Indramayu

Ustad ihsan pun minta diantarkan ke rumah saya di indramayu untuk memberi kabar bahwa kedua orang tua saya hari rabu terbang ke Saudi dengan menggunakan Ethiopian airlines 2 hari perjalanan Jakarta Ethiopia dan Jeddah.

Saya protes karena kondisi kedua orang tua saya tidak kuat melakukan perjalanan transit yang memakan waktu 2 hari dan pulangnya 2 hari. Total 4 hari perjalanan pulang pergi.

Suntik Meningitis dan Flu

Hari senin sore kedua orang tua saya pun sudah sampai di Jakarta dan hari selasa melakukan suntik meningitis dan suntik flu dengan di damping oleh ustadz ihsan di klinik Nurhuda Jalan Otista III.

Dengan membayar uang suntik sebesar 550.000 X 3 orang dan pelunasannya saya bayar ketika saya mengurus visa client saya di Kedutaan Besar German sambil menyerahkan 3 pasport asli milik saya, ibu dan bapak saya.

Ketika saya Tanya mana visa saudinya, ustadz bilang sudah rapih tapi nyatanya visa saya belum jadi dan penerbangan di ganti dengan Malaysian airlines.

Ditunggu pas hari H yaitu rabu berangkat, Umroh Ramadhan Safar Arroyan Travelindo diundur kamis dengan pesawat garuda airlines dan pihak travel Safar Arroyan Travelindo (SAT) memberikan kode bocking, kami berdua cek di counter Garuda Halim Perdana Kusuma, ternyata itu bukan tiket punya kita.

Galau karena tiket editan

Hati saya galau karena sudah berkali-kali whatsapp ke bagian tiket PT Safar Arroyan Travellindo yaitu bapak decky dengan nomer hp : 08119703012 tidak pernah dibalas wa, sms dan telp dari saya karena ketahuan tiket tersebut adalah hasil editan dan malu ketika saya cek ternyata milik orang lain.

Begitu pula ketika keluar print out garuda yang baru, ternyata tiketnya masih sekedar bocking dan belum issued alias belum di bayarkan.

Bocking tiket pesawat gonta-ganti

Melihat print out kode bockingan umroh ramadhan safar arroyan travelindo, untuk pemberangkatan tiket saya dan bapak saya belum ok tapi tiket ustad ihsan dan ibu saya sudah ok. Tiket pulang dari Saudi juga saya cek penerbangan saya jam 00.15 dari Saudi dan ibu saya terbang jam 19.30.

Ada perbedaan jarak 19 jam 15 detik antara pesawat saya dan pesawat ibu saya tapi ustad bilang tenang, nanti pulangnya satu pesawat, sudah rapih di atur sama travel.

Kabar dari ustadz Ihsan

Kami pun di kabarkan sama ustad umroh ramadhan safar arroyan travelindo terbang hari jumat jam 11.00 siang. Ibu saya sudah gak sabar ingin kembali mengunjungi baitullah dan resah karena blm ada kepastian kapan terbang dan gak mau pulangnya pisah pesawat dengan saya.

Saya dan istri saya pun bingung dengan program umroh ramadhan safar arroyan travelindo yang awalnya 30 hari menjadi 9 hari dan saya pun protes karena saya bilang perjalanan pulang pergi saja sudah 2 hari masa Cuma 7 hari di Saudi ?

Ahirhya protes saya sama ustadz pun didengar dan kita tinggal di Saudi 20 hari. Padahal saya dan ustadz ihsan sudah cek ke travel Bapak Hakim PT Mideast travel program 30 hari di Saudi.

Kesepakatan awal

Saya memilih berangkat dengan ustadz ihsan karena ada kesepakatan bahwa saya handle ibu saya dan ustadz ihsan handle bapak saya selama waktu sholat di Saudi.

Berangkat ke airport soetta

Hari jumat jam 6 pagi kami sudah ada di bandara soekarno hatta cengkareng tanggerang untuk berangkat umroh ramadhan safar arroyan travelindo ke Saudi dengan menggunakan garuda. Dengan ketar ketir tiket saya belum confirm karena statusnya baru UC yaitu Un Confirm alias belum Ok.

Modus Safar Arroyyan Travelindo Pinjam Uang Jamaah

Benar saja, setiba saya di bandara, ustadz ihsan minta tolong ke saya untuk meminjam uang 15 juta karena pimpinan PT Safar Arroyan Travelindo (SAT) mengirim pesan lewat wa minta tolong pinjem uang 15 juta.

PT SAT berjanji dalam jangka 2 hari akan di bayarkan karena kalau uang tersebut tidak di bayar sekarang maka program umroh ramadhan safar arroyan travelindo akan gagal berangkat karena kekurangan dana tiket.

Bukti Transfer Pinjam Uang Ke Jamaah

Dengan mengucapkan bismillah, saya transfer uang 15 juta di ATM Bandara Soekarno Hatta sebagai dana pinjaman untuk Ibu ListIfah atas kekurangan biaya tiket pesawat Garuda dan Alhamdulillah tiket saya sudah confirm tapi masih dengan jadwal pulang yang berbeda dengan ibu saya.

Travel bilang tenang saja, nanti di urus supaya bisa pulang satu pesawat dengan ibu saya. Pesawat Garuda pun terbang dari Jakarta jam 11.00 dan sampai di Saudi jam 17.15 waktu Saudi, penerbangan 9 jam karena ada perbedaan waktu 4 jam lebih lambat dari waktu Jakarta. Ketika kami sampai di airport king abdul aziz Jeddah.

Sebelum turun dari pesawat, saya bilang ke pramugari bahwa kursi roda dan tongkat bapak saya ada di dalam Garuda dan pramugari bilang suruh tunggu tapi ustadz ihsan bilang : nanti saja di bagasi dan kami pun keluar dari pintu garuda dan naik bis penghubung ke area imigrasi Saudi.

Imigrasi King Abdul Aziz Jeddah

Setelah sampai di gate imigrasi Saudi, kami berempat yaitu saya, ibu, bapak dan ustad ihsan pun di periksa imigrasi. Ustadz ihsan paling depan dan saya mengurus kedua orang tua saya sementara semua jemaah sudah keluar dari imigrasi. Tinggallah kami bertiga karena kondisi bapak saya sudah tua.

Ketika cek bagasi, tas ibu saya gak ada, korsi roda dan tongkat pegangan bapak saya pun tidak ada. Alhamdulillah tas ibu saya ketemu diantara tumpukan tas travel orang lain, yang hilang hanya kursi roda dan tongkat saja.

Saya pikir biarkan saja karena bisa beli di deket hotel tempat kita menginap nanti. 10 orang jamaah kami pun mencari pemandu umroh yaitu ustadz ihsan tapi sudah 1 jam gak ada kabar berita, ahirnya kami pun keluar dari pemeriksaan koper.

Saya beserta 10 jamaah menunggu di luar area imigrasi dan menunggu ustadz ihsan. Tak terasa adzan maghrib pun berkumandang dan kami pun makan seadanya dari pemberian jatah makanan di dalam pesawat garuda karena di luar area imigrasi tidak ada kafe ataupun tempat jualan makanan untuk berbuka puasa.

Cara beli nomer hp saudi

Saya membeli sim card dengan operator mobily 100 real untuk ibu saya dan saya di tolak urus sim card mobily karena 1 orang Cuma bisa membuat 1 nomer hp. Terpaksa saya pake operator SAWA.

Beda dengan di Indonesia, 1 orang bisa memakai banyak nomer kartu HP. Di Saudi sangat di batasi yaitu 1 warga Negara hanya bisa punya 1 nomer HP walaupun banyak memiliki HP pribadi. Untuk mendapatkan sim card harus ada passport dan visa Saudi serta harus di ambil sidik jarinya sebelum di serahkan sim card yang baru. Ketat banget ya ?

Mutowwif hilang dari jamaah

Tak terasa jam sudah menunjukan jam 08.15 menit, sudah 3 jam kami menunggu di ruang tunggu airport dan jamaah mulai panik karena ustadz ihsan menghilang gak ada kabar berita sementara semua jamaah umroh travel orang lain sudah berangkat menggunakan bis jemputan dan hanya tinggal kita sendiri yang kehilangan induknya.

Pak Doktor Soeroyo Mahfudz menyarankan supaya kita berangkat ke hotel untuk beristirahat. Saya bilang apakah kita tau hotel apa di madinah karena jarak Jeddah madinah adalah 4 jam perjalanan.

Kata pak dokter, didalam id card ada nama hotel di madinah dan ada nama hotel di mekkah, jadi kita tinggal bilang ke sopir supaya mengantarkan kita ke hotel yang di tuju. Saya cek di ID Card Sipatuh Kemenag kita menginap di Hotel Alshourfah Hotel Madinah.

Ahirnya para jamaah setuju atas usul tersebut dan potter pun mendorong tas kita ke bis yang akan di tuju.

Travel SAT gak sesuai Sipatuh Kemenag

Di dalam ID Card Jamaah Umrah Indonesia Sipatuh Kemenag tertulis PT Absas Al Rahala Tour Bukan atas nama PT Safar Arroyan Travelindo. Ada kemungkinan PT Safar Arroyan Travelindo patut diduga belum mempunyai Izin Biro Perjalanan Haji dan Umroh dari Kemenag

Oleh Potter orang banggali ternyata kita diantar ke taksi, bukan ke bis yang akan menjemput jamaah seperti jamaah travel lainnya dan saya harus membayar potter 7 real x 10 koper = 70 real Saudi untuk upah dorong tas dari dalam airport menuju ke taksi.

Hotel tidak sesuai dengan Sipatuh

Jam 00.30 malam kami sampai di hotel yang di tuju tapi saya kaget karena nama-nama jamaah kami tidak ada di hotel Alshourfah. Petugas hotel meminta nama dan nomer hp pengurus di Saudi tapi para jamaah tidak tau. Semuanya menghubungi +6281298926168 Ibu Listifah dari PT Safar Arroyan Travelindo tapi gak di respon.

Mulailah jamaah panik lagi karena posisinya kelelahan dan pengen cepat-cepat istirahat. Saya bingung karena tidak diberi tahu oleh ustadz ihsan dimana kita akan mengingap selama di madina karena ustadz ihsan gak ada kabar beritanya.

Menurut penuturan Bapak Khairul Tanjung pun dia di minta pinjaman uang 20 juta pada waktu di airport soekarno hatta dengan alasan yang sama seperti saya yaitu : jamaah tidak akan terbang kalau gak ada uang buat issued tiket pesawat garuda.

Jam 02.00 Untunglah jamaah memberikan foto gantungan kunci hotel yang di kirim di grup Whatsapp dan kami pun diantar oleh petugas hotel alshourfah Jadid ke hotel Riyadh Al-Zahra yang sudah di tuju dengan menggunakan mobil hotel karena taksi kami sudah pulang setelah terima bayaran.

Hotel Riyadh Al-zahra Madinah

Alhamdulillah kami pun bisa masuk hotel Riyadh alzahra setelah di nyatakan oke oleh receptionis hotel dan di berikan kunci kamar. Ibu saya terpisah dengan saya karena terbawa ke kamar khusus wanita.

Padahal saya lihat ada 2 suami istri yang pesan satu kamar untuk 2 orang yaitu Bapak Doktor Soeroyo Mahfudz dan Bpak Khairul Tanjung.

Perjanjian awal pun tidak sesuai bahwa saya mau sekamar berempat yaitu : ihsan, saya dan kedua orang tua saya. Ya sudahlah saya harus sabar dan menerima rencana dari Allah SWT.

Sesampainya di hotel, kami diajak buka puasa sekaligus sahur oleh mandub Saudi dan dia bilang bahwa kita 3 hari di madinah serta keuangan belum di bayar lunas Oleh pihak travel.

Kesan pertama terhadap Safar Arroyan Travelindo :

1. Proses keberangkatan selalu di undur-undur

2. Proses Visa Numpang melalui travel lain

3. Proses Sipatuh kemenag memakai nama travel lain

4. Tiket pesawat selalu di undur-undur

5. Modus pinjam uang ke nasabah disaat darurat dengan alasan gampang nanti di transfer daripada gagal umroh

6. Hotel tidak sesuai dengan di ID Card Sipatuh Kemenag sehingga kalau jamaah terpisah dari rombongan akan menyulitkan petugas saudi untuk mengantarkan jamaah ke hotel

7. Wa dan telp bu lisfiah selaku pemilik travel sangat sulit di hubungi ketika mendapat masalah.

8. Saya pribadi tidak merekomendasikan bagi anda yang akan menggunakan jasa travel ini karena tidak profesional dan selalu bermasalah

9. Janji bayar hutang sementara buat proses tidak di tepati

Berhati-hatilah anda jika menggunakan paket haji atau umroh menggunakan travel ini :

PT Safar Arroyan Travelindo dengan alamat Ruko CBD Bidex Blok F No. 19 BSD Serpong Tangerang Selatan Telp: 021-53152316 HP 081297341698 dan 081298926168

Bersambung ke Hari Kedua Umroh Ramadhan Madinah Safar Arroyan Travelindo

Bagikan yuk!